oleh

Janjikan Ketemu Artis, Kru TV Gadungan Ternyata Hobinya Begal Payudara

SERPONG- Seorang pelaku pencabulan anak di bawah umur SA (30), di wilayah Pondok Aren, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Saat menangkap pedofil itu, polisipun menghadiahi timah panah di kaki lantaran berusaha melawan.

Diketahui, pelaku yang sudah beristri dan memiliki satu anak ini melancarkan aksi pencabulannya atau pedofelia tersebut kepada bocah berusia 10 tahun berinisial CCP. Dengan modus menjanjikan bisa bertemu artis, SA dengan mudah membujuk targetnya dan melancarkan hasrat seksual menyimpangnya.

“Tersangka mengaku sebagai kru televisi, dan merayu serta menjanjikan korban untuk bertemu dan bisa berfoto bersama artis. Dan ketika korban tertarik dengan rayuan tersangka, selanjutnya korban diajak ke tempat sepi, setelah itu tersangka melakukan pencabulan dengan memasukan alat kelaminnya ke anus korban,” tutur Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra di Mapolres Tangsel, Selasa (1/12).

Rupanya pelaku tidak hanya sekali melakukan aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur, SA sudah beraksi pada tahun 2017.

“Sebelumnya, sudah 1 kali melakukan persetubuhan terhadap anak yang terjadi pada sekitar bulan Oktober 2017 di daerah Ciputat dengan cara memasukan alat kelaminnya ke lubang dubur korban,” ujarnya.

“Kemudian, 2 kali melakukan pencabulan terhadap anak yang terjadi pada sekitar tahun 2019 yang terjadi di Pondok Ranji dan Pondok Betung dengan cara memegang kemaluan dan lubang dubur korban,” terang Angga.

Tidak hanya itu, Pelaku juga rupanya pernah beberapa kali melakukan aksi begal payu dara pada sekitar tahun 2019 dan sekitar bulan Agustus 2020 di daerah Ciputat, Pamulang, dan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 3 kali melakukan pencurian HP, salah satunya terhadap korban yang bersepeda yang terjadi pada tahun 2020.

“Total, tersangka sudah 10 kali melakukan kejahatan dengan modus serupa. Tiga diantaranya kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Angga.

Lanjut Angga, kasus pencabulan yang dilakukannya baru-baru ini, pelaku dengan mudah melancarkan aksinya, SA juga mengancam korban untuk melayani nafsunya dan tidak memberontak jika ingin diantar pulang kembali.

Setelah puas melancarkan aksi bejatnya, korban dengan kondisi menahan rasa sakitnya diantar oleh tersangka. Saat tersangka pergi, korban langsung menceritakan kejadian yang dialaminya ke orang tua.

“Setelah itu tersangka pergi dan kemudian korban menceritakan kejadian tersebut ke ibunya. Lalu ibu korban membuat laporan pengaduan di Polres Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Berbekal dari CCTV pada saat SA mengajak korban, jajaran Polsek Pondok Aren dan Polres Tangsel langsung melakukan pengejaran.

Persembunyian tersangka SA, akhirnya diketahui. Kemudian, pada tanggal 27 November dilakukan penangkapan di wilayah Jakarta Selatan.

Saat ingin dilakukan penangkapan, SA melakukan perlawanan. Sehingga, kaki kanan SA harus tembus oleh timah panas anggota Polres Tangsel. “Tersangka saat ingin dilakukan penangkapan melakukan perlawanan, jadi kita lakukan tindak tegas terukur,” tegas Angga.

Akibat perbuatannya, SA dijerat Pasal 81 dan atau 82 UU No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Kapolsek Pondok Aren AKP Riza Sativa menambahkan pelaku SA mengaku kenal banyak artis untuk menjerat korbannya. Aksi pencabulan pelaku dilakukan secara acak. Seperti korban CPP, tengah berjalan bersama temannya. Kala itu, pelaku tengah berputar-putar di daerah Jurangmangu dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. “Pelaku merayu korban CPP, dibilang mirip artis sinetron. Dan dijanjikan bisa membuat korban bisa bertemu dengan artis yang mirip dengannya bahkan bisa menjadi artis juga,” katanya.

“Akhirnya, korban (CPP) mengikuti kemauan dan ikut bersama pelaku,” katanya.

Riza menyatakan bukan bertemu artis, korban malah dicabuli oleh SA di kebon kosong. (dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya