oleh

Pemprov Salurkan Insentif Guru Swasta Rp 500 Ribu per Bulan

SERANG-Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 ini memberikan insentif kepada 16.165 orang pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta SMA/SMK/SKh yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan nominal Rp 500.000 per bulan.

Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam pembangunan Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Banten.

“Saya percaya dan meyakini, bahwa suatu negara yang dikatakan maju, yaitu negara yang memberikan perhatian kepada guru, kepada pendidikan. Karena itulah pendidikan menjadi prioritas bagi saya, bagi Provinsi Banten,” tegas Gubernur saat Penyaluran Insentif Guru Swasta di Ruang Rapat Rumah Dinas Gubernur Banten Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 158 Kota Serang, Rabu (7/4).

Ditambahkannya, pembangunan sektor pendidikan perlu dukungan penuh pada semua elemen. Baik dari sisi infrastruktur, guru, wali murid, murid, maupun manajemen sekolah untuk bersinergi dalam menyelesaikan seluruh permasalahan pendidikan di Provinsi Banten.

Menurut dia, guru merupakan pahlawan yang kesejahteraannya harus dijamin, terlepas itu guru swasta ataupun negeri. “Pemberian insentif kepada guru dan tenaga kependidikan, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang selama ini telah berkontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Banten,” tambahnya.

Gubernur berharap, insentif yang diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di SMA/SMK/SKh swasta se-Provinsi Banten ini bermanfaat dan menjadi motivasi agar terus meningkatkan peran dalam memberikan pendidikan kepada generasi muda di Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani mengungkapkan, insentif bersumber dari Data Pokok Pendidikan dengan nominal Rp 500.000 per bulan. “Kalau nanti ternyata ada tambahan-tambahan, akan kita usulkan di anggaran perubahan. Misalnya, setelah target terpenuhi lalu masih ada guru yang belum dapat, kemudian mengajukan tambahan. Nanti akan kita usulkan penambahannya itu di anggaran perubahan. Sehingga nanti di anggaran perubahan, guru-guru yang belum dapat bisa dapat” jelas Tabrani.

Untuk insentif yang diberikan kali ini, kata Tabrani, mencakup 3 bulan yakni bulan Januari, Februari dan Maret. “Yang diterima sekarang adalah insentif per tiga bulan dengan nominal Rp 1,5 juta yang masing-masing perbulan Rp 500 ribu,” pungkas Tabrani.(yul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya