oleh

Pelaku Ekonomi Kreatif Didorong Manfaatkan Teknologi Informasi

PANDEGLANG – Pelaku ekonomi kreatif di sektor kriya, kuliner, dan fesyen, diberikan bimbingan teknik terkait promosi produk melalui media sosial dalam bentuk foto yang menarik. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dirjen Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini mendorong agar pelaku ekonomi kreatif bisa beradaptasi, inovasi, dan kolaborasi dalam pengembangan usahanya, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI, Erwinta Dianti, saat menyampaikan sambutan dalam acara bimbingan teknis smartphonography bagi pelaku ekonomi kreatif di Hotel Horison Altama, Pandeglang, Kamis (11/11/2021), mengatakan sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling parah akibat pandemi Covid-19.

Menyiasati agar pelaku ekonomi kreatif bisa tetap bertahan, maka dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi, salah satunya pemanfaatan teknologi informasi dalam memasarkan produknya.

“Ekonomi kreatif agar bisa bertahan harus bisa beradaptasi, inovasi dan kolaborasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatifnya,” ujar wanita yang akrab disapa Dian ini.

Di tempat yang sama, anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni mengatakan, salah satu cara menarik pasar dalam mempromosikan produk ada di kekuatan foto produk. Menurutnya, meskipun produk yang dibuat memiliki kualitas bagus, namun jika tidak dikemas melalui foto yang baik saat memasarkan di media sosial, itu tidak akan disukai konsumen.

“Dua tiga tahun lalu orang mungkin sulit percaya belanja online, uang ditransfer dulu kemudian barang dikirim belakangan. Namun saat ini mungkin 80 persen orang sudah percaya belanja online dan ini sudah terjadi pergeseran aktivitas ekonomi dari cara tradisional ke digital dan salah satu kekuatan pemasaran produk adalah dengan foto produk yang bagus,” kata Ali.

Politisi Gerindra ini mengharapkan, sektor ekonomi kreatif ini bisa menjadi penopang bangkitnya ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Berkaca pada pengalaman 1998 silam saat krisis moneter, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi nasional.

“Perlahan aktivitas ekonomi, terutama di sektor pariwisata sudah mulai menggeliat. Namun tentu hal ini tidak lantas membuat kita abai terhadap protokol kesehatan, karena saat ini di semua sektor harus mengedepankan protokol kesehatan,” tutupnya.(rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya