oleh

Benyamin: RPJMD Sesuai Visi Kami di Pilkada

SETU– Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Raperda tersebut disampaikan Benyamin-Pilar melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (13/9).

Benyamin-Pilar mengusung visi Terwujudnya Tangsel Unggul Menuju Kota Lestari, Saling Terkoneksi, Efektif dan Efisien. Rancangan RPJMD disusun untuk lima tahun mendatang harus sesuai rencana pembangunannya dengan visi yang diusulkan tersebut.

Walikota Benyamin Davnie menjelaskan, semua aspek pembangunan sudah sesuai dengan visi misi yang menjadi janji kampanye pada Pilkada 2020. “Tentunya harus sesuai dengan visi kami berdua ketika Pilkada, karena itu amanah yang harus kami jalankan ketika diberi kepercayaan oleh masyarakat Kota Tangsel,” ujarnya.

Dalam RPJMD 2021-2026, kata Benyamin, dirinya bersama Pilar menyusun beberapa program, seperti di sektor pendidikan yang terkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur yang terkoneksi, mewujudkan pembangunan lingkungan dan pelestarian.

“Sedangkan di sektor ekonomi tentu ini cukup penting, karena pemulihan ekonomi pasca Covid-19 ini juga menjadi prioritas kita untuk kembali membangkitkan ekonomi di Kota Tangsel. Tentunya sektor UMKM salah satunya yang harus kita pulihkan,” jelasnya.

Dikatakannya, Raperda RPJMD 2021-2016 sudah diusulkan dan seluruh fraksi juga sudah menyampaikan pandangan umumnya. “Selanjutnya jawaban untuk pandangan fraksi dan juga kami sangat terbuka atas masukan DPRD untuk RPJMD ini,” paparnya.

Atas Raperda RPJMD tersebut, pandangan umum seluruh fraksi mengingatkan Walikota Tangsel agar penyusunan RPJMD sesuai dengan visi dan misi, serta keberpihakan terhadap masyarakat. Seperti pandangan umum dari Fraksi PDI Perjuangan yang meminta pemerintah daerah harus menjabarkan apa saja evaluasi serta capaian dalam RPJMD 2016-2021. Sehingga aparatur pelaksana dapat bekerja secara riil, berdasarkan data serta kondisi yang telah dilalui untuk periode RPJMD berikutnya.

“Fraksi PDI Perjuangan melihat bahwa RPJMD 2021-2026 seharusnya mengacu kepada Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Tangsel 2005-2025 Kota Tangsel, karena untuk merealisasikan program teknis harus membuat RPJMD mengacu pada RPJPD. Maka dokumen pelaksanaan harus benar-benar terstruktur. Jika terjadi sebuah perbedaan dan keluar dari koridor RPJPD, maka nanti akan bisa menjadi permasalahan di kemudian hari. Capaian atau target RPJMD haruslah rasional dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Putri Ayu Anisya.

Ketua Fraksi Gerindra-PAN, Ahmad Syawqi mengatakan, Raperda RPJMD Kota Tangsel 2021- 2026 merupakan kelanjutan dari RPJPD 2005-2025. Fraksinya mempertanyakan soal periodesasi RPJMD, harusnya 2021-2025 bukan 2021-2026. Karena RPJPD Kota Tangsel hanya sampai 2025.

“Bahwa terdapat kemungkinan terdapat capaian RPJMD Kota Tangsel 2016-2021 yang program atau kegiatan target capaiannya tidak terealisasi. Bagaimana tindak lanjut atas capaian program atau kegiatan yang tidak terealisasi pada RPJMD Kota Tangsel 2021-2026,” pungkasnya.(dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya