oleh

Pemkot Segera Perbaiki Rumah Nenek Yang Ambruk di Parigi

PONDOK AREN-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) langsung memberikan bantuan kepada keluarga Murtapiah (60) yang rumahnya ambruk akibat diterpa hujan deras pada Senin (11/10) malam.

Lurah Parigi, Rachmat mengatakan, sejumlah bantuan sudah datang ke keluarga Murtapiah itu. Mulai dari pihak kelurahan, BPBD, serta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan.

“Dari pihak kelurahan sudah turun dan memberikan bantuan. Sementara ini keluarga yang rumahnya roboh itu akan dikontrakan,” kata Rachmat saat meninjau rumah warganya yang ambruk itu, Rabu (13/10).

Soal bantuan perbaikan rumah itu, pihaknya juga sudah mendapat informasi akan ada bantuan perbaikan dari pihak terkait. “Untuk perbaikan rumahnya nanti akan ditangani juga oleh Dinas Perkim dimasukan ke dalam program bedah rumah. Tetapi mungkin baru akan direalisasikan tahun depan karena saat ini sudah masuk anggaran akhir tahun,” pungkasnya.

Ketua RT1/RW21 Kelurahan Parigi, Nurdin menyampaikan, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel juga telah meninjau lokasi keesokan hari setelah kejadian tersebut. Dinsos memberikan bantuan makanan dan minuman kepada keluarga korban.

“Adapun bantuan berupa sembako, alat kebersihan dan lain-lain,” ujarnya.

Murtapiah (60), warga Jalan Pendidikan 2, RT 1/RW 21 Kelurahan Parigi, Pondok Aren nyawanya sempat terancam. Rumahnya roboh pada Senin (10/10) malam. Akibat hujan deras, bangunan rumahnya itu kini tinggal puing-puing.

Pada saat kejadian, Murtapiah baru saja melaksanakan salat magrib. Saat itu, dia dan anak cucunya tengah berkumpul menikmati makan usai berpuasa sunah.

Tiba-tiba, suara genteng berjatuhan dan gemuruh terdengar dari dapur dan kamar. Kejadian itu, berlangsung cepat hingga sebagian atap rumahnya ambruk rata menyentuh tanah.

“Tiba-tiba banyak suara genteng jatuh, atap kayunya ambruk kenceng banget sampai ada suara gemuruh,” katanya ditemui pada Rabu (13/10).

Murtapiah menyebut, kondisi rumahnya itu memang sudah hampir roboh. Bahkan, atap di dapur dipasangi kayu penyangga sejak setahun lalu. Luas area yang ambruk itu diperkirakan mencapai 100 meter persegi.

“Sudah setahun lebih dipasangi kayu karena udah mau roboh. Tapi kemarin karena habis kena hujan, akhirnya roboh,” ungkapnya.

Murtapiah hidup menjanda usai suaminya Musa Abraham meninggal setahun lalu. Kini, dia tinggal bersama anak dan cucunya. Total termasuk dirinya, ada 11 orang tinggal di rumah tersebut.(dra/din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya