oleh

Rumah Nenek di Parigi Ambruk, Cucu Nyaris Tertiban Reruntuhan

PONDOK AREN-Murtapiah (60), warga Jalan Pendidikan 2, RT 1/RW 21 Kelurahan Parigi, Pondok Aren nyawanya sempat terancam. Rumahnya roboh pada Senin (10/10) malam. Akibat hujan deras, bangunan rumahnya itu kini tinggal puing-puing.

Pada saat kejadian, Murtapiah baru saja melaksanakan salat magrib. Saat itu, dia dan anak cucunya tengah berkumpul menikmati makan usai berpuasa sunah.

Tiba-tiba, suara genteng berjatuhan dan gemuruh terdengar dari dapur dan kamar. Kejadian itu berlangsung cepat hingga sebagian atap rumahnya ambruk rata menyentuh tanah.

“Tiba-tiba banyak suara genteng jatuh, atap kayunya ambruk kenceng banget sampai ada suara gemuruh,” katanya ditemui pada Rabu (13/10).

Murtapiah hidup menjanda usai suaminya Musa Abraham meninggal setahun lalu. Kini, dia tinggal bersama anak dan cucunya. Total termasuk dirinya, ada 11 orang tinggal di rumah tersebut.

Meski rumahnya ambruk, Murtapiah bersyukur tak ada anak cucunya yang jadi korban. Namun salah satu cucunya nyaris tertimpa tumpukan genteng dari atap.

“Pas kejadian, cucu saya yang satu ini lagi tidur di kamar. Genteng udah pada jatoh, untung nggak sampai nimpa cucu. Abis itu langsung buru-buru diamanin. Setelah itu malah tambah ambruk,” paparnya.

Kini Murtapiah serta anak cucunya itu hanya bisa pasrah tinggal di sebagian ruang rumahnya. Meski begitu, Murtapiah merasa was-was lantaran sebagian besar atapnya itu sudah rapuh dan tinggal menunggu giliran roboh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Urip Supriatna menuturkan, rumah runtuh di Pondok Aren itu diakibatkan cuaca yang ekstrem dan kondisi rumah sudah dimakan usia.

“Dikarenakan curah hujan yang tinggi dan kondisi rumah tua menyebabkan struktur langit-langit runtuh kebawah dan menimpa barang-barang yang ada dibawahnya dan menyebabkan kerusakan pada rumah tersebut,” papar Urip.

Lanjut Urip, akibat dari musibah rumah runtuh tersebut 3 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 11 orang mengungsi.

“Korban jiwa nihil dan umah rusak berat serta tidak bisa dihuni, beberapa barang rusak tertimpa reruntuhan. Total kerugian kurang lebih Rp 150 juta,” ungkapnya.(dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya