oleh

Bakal Calon Kades Ciherang Gugat Panitia Pilkades ke PTUN Serang

SERANG – Mufidz, lelaki berusia 62 tahun duduk di kursi tamu Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang, Kamis (14/10/2021) siang. Saat itu waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, Mufidz yang merupakan bakal calon Kades Ciherang, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, yang tidak lolos seleksi Pilkades Serentak 2021 ini terus berjuang mencari keadilan.

Kepada tangselpos.id, Mufidz mengaku, proses seleksi tertulis, visi-misi, dan wawancara yang dilaksanakan pada 27, 28, dan 29 Juni 2021 oleh Panitia Pilkades dinilai cacat secara prosedur. Karena hasil tes sudah keluar pada 27 Juni, padahal tahap seleksi masih berlangsung.

“Saya ke sini (PTUN Serang, red) didampingi pengacara, keluarga dan masyarakat Desa Ciherang untuk mencari keadilan. Saya harap ikhtiar saya ini bisa membuahkan hasil yang seadil-adilnya,” ujar Mufidz, yang mengenakan setelan celana panjang hitam, batik, sepatu pantofel, peci hitam serta masker hitam.

Mantan Kades Ciherang ini terlihat duduk termenung sambil menunggu tim pengacara dari Kantor Ider Buana Law Firm yang tengah berada di ruang Pemeriksaan Persiapan.

Bagian Humas PTUN Serang, Lucya Permata Sari menjelaskan, perkara dengan nomor: 62/G/2021.PTUN.SRG dengan penggugat Mufidz baru pada tahap pemeriksaan awal.

Pada tahap ini, kata Lucya, Majelis Hakim memeriksa berkas gugatan dan kemudian memberikan saran kepada penggugat terkait dengan formal gugatan.

“Jadi di dalam pemeriksaan persiapan itu masih bersifat tertutup persidangannya, jadi hanya pihak-pihak terkait yang boleh ada di dalam ruangan tersebut,” ujar Lucya, saat ditemui wartawan setelah agenda pemeriksaan persiapan selesai.

Dirinya hanya bisa menjelaskan secara umum, karena masih tahap pemeriksaan persiapan yang belum bisa disampaikan secara detail serta sidang yang masih tertutup.

“Majelis Hakim masih memberikan kesempatan para pihak, khususnya pihak penggugat untuk memperbaiki gugatan. Jadi masih ada yang perlu diperbaiki, misalnya terdapat kesalahan penulisan, harus ada pihak tergugat siapa saja yang harus diajukan sebagai pihak tergugat,” pungkasnya.

Sementara, Endang Sujana, Kuasa Hukum dari penggugat, mengatakan, tahap persiapan masih awal, karena Majelis Hakim masih harus melihat formil gugatan dan juga kuasa dari penggugat.

“Ya memang harapan kita pihak dari tergugat itu datang. Paling tidak kita bisa mengukur sejauh dia (tergugat, red) punya itikad baik dalam hal menyelesaikan permasalahan di Pilkades Ciherang,” ungkap Endang.

Ditanya soal kekurangan berkas, dia mengakui, ada beberapa berkas yang mesti diperbaiki dan dilengkapi. Baik itu dari sisi materi ataupun berkas pembuktian yang perlu ditambah untuk menguatkan gugatan.(rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya