oleh

Resmi Dikukuhkan, BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Siap Sinergi dengan Pemkot Tangsel

CIPUTAT TIMUR-Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) kumpul di Kampus Perguruan Yayasan Aldiana Nusantara, Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (14/11). Mereka bersilaturahmi sekaligus menghadiri pengukuhan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Tangsel periode 2021-2026.

Tema yang diusung “Masseddi Temma Ganka Ininnawa Sabbara, Siri Gau Napacce/Napasse Nabara Diruntu Deceng Na Lino Sibawa Ahera” KKSS Untuk Tangsel, Untuk Indonesia, Untuk Kita.

Ketua BPD KKSS Tangsel, Andi Djalal Latief menjelaskan, organisasi ini bersifat primodial dari putra-putri Sulawesi Selatan. Sejarahnya pengurus KKSS di Tangsel baru dua periode. Yang mana sebelumnya bernama KKSS Ciputat saat masih era Kabupaten Tangerang, sehingga KKSS Ciputat masuk wilayah Jakarta Selatan. Seiring dengan lahirnya Kota Tangsel, KKSS Ciputat bermetamorfosis menjadi KKSS Tangsel.

“Adapun program kami itu sebenarnya sederhana. Tidak muluk-muluk. Kita ingin menghimpun semua putra dan putri Sulawesi Selatan dalam satu organisasi, yang nanti bersama-sama satu visi untuk mendukung program-program Pemerintah Kota Tangsel meningkatkan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan. Tak hanya anggota KKSS Tangsel tetapi juga warga Tangsel secara umum,” ujarnya.

Lanjut ia, di organisasi ini tidak semata-mata silaturahim. Tetapi ada program kemasyarakatan dan program kesejahteraan. Program kemasyarakatan bernama, KKSS Tangsel peduli. Yakni peduli warga KKSS dan warga sekitar.

“Kita selalu berupaya warga KKSS tidak ada yang kelaparan dan tidak ada yang tidak sekolah. Semua berharap mengenyam pendidikan yang memadai. Oleh karena itu kami juga membuat wilayah binaan karena ingin memberdayakan masyarakat. Dengan demikian pada saat mereka berdaya kita akan pindah lagi kepada warga yang perlu diberdayakan,” tambah ia.

Saat ini ada dua wilayah binaan, terdiri dari dua RT yang memiliki 90 Kepala Keluarga (KK). Jadi dalam dua RT sebanyak 180 KK. Kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan yaitu memberikan bantuan baik itu yang sifatnya bahan pokok maupun materi, supaya mereka taraf hidupnya layak.

“Kemudian kami memberikan kerjasama dengan Yayasan Aldiana Nusantara beasiswa, silahkan jika ada yang mau sekolah SMP, SMA hingga S1 dan S2. Jika mendapatkan rekomendasi KKSS Tangsel akan mendapatkan beasiswa dari yayasan ini. Dengan harapan jika sekolahnya baik, kesejahteraan akan naik,” tambahnya.

Sementara, jumlah pengurus yang dikukuhkan ada 54 orang, ditambah dewan penasehat, dewan pembina dan dewan pakar.

Pendiri Perkumpulan Masyarakat Batak (PMB) Tangsel, Ucok AH Siagian yang diundang dalam acara pelantikan itu mengapresiasi sudah terpilihnya pengurus baru dan selamat kepada mereka. Harapan sinergitas seluruh etnis di Tangsel perlu dibangun. Supaya peran suku etnis di Tangsel bisa sama-sama melakukan yang terbaik dalam kebijakan Pemerintahan Kota Tangsel dan menunjang segala pembangunan yang ditetapkan Kota Tangsel.

“Perlu memang seluruh etnis di Tangsel dibangun, diberdayakan oleh pemerintah supaya sama-sama memiliki peran dan tanggung jawab bagaimana majunya Kota Tangsel. Karena Tangsel satu daerah yang majemuk dan heterogen sebab banyak suku dan etnis,” jelasnya.(din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya