oleh

Gubernur Banten Senang Ada Aplikasi SamBaT

SERANG- Gubernur Banten, Wahidin Halim mengapresiasi diluncurkannya aplikasi SamBaT (Samsat Banten Hebat).

“Saya apresiasi dengan terobosan SamBaT (Samsat Banten Hebat) hari ini. Dengan terobosan ini, kita tetap bekerja dan berupaya,” ungkap Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) dalam telekonferensi peluncuran aplikasi Samsat Banten Hebat, Senin (14/12).

WH juga menyatakan bangganya kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam upaya meningkatkan pendapatan Provinsi Banten.  

“Provinsi Banten melakukan terobosan, kreativitas sebagai usaha dan upaya yang dibarengi dengan berdoa. Kita masih punya waktu dan kesempatan untuk menjaga diri tetap sehat. Menjaga ekonomi, dan menjaga pendapatan Provinsi Banten,” ungkapnya.

Dijelaskan Gubernur, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, diperlukan kemudahan dalam mendapatkan akses layanan secara cepat, tepat dan praktis, transparan dan akuntabel melalui proses pelayanan pembayaran pajak secara online. Selain menghemat waktu dalam pelaksanaan proses pelayanan pembayaran, juga meminimalisir  para wajib pajak dan petugas pelayanan dalam bertatap muka langsung dengan SOP pelayanan yang jelas dengan kepastian ketepatan waktu.

“Dalam perjalanannya, penerapan pembayaran secara online ini terus dilakukan pengembangan yang disesuaikan dengan masukan dari setiap stakeholder maupun kebiasaan para wajib pajak,” ungkapnya.

Ditambahkan, sistem informasi Samsat saat ini telah menyederhanakan pelayanan pembayaran pajak yang dilakukan secara online antara petugas dan wajib pajak. Pembayaran bisa dilakukan dari mana saja melalui berbagai aksesibilitas pembayaraan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. Dengan  berbagai kemudahan ataupun kebiasaan para wajib pajak di zaman saat ini.

“Seperti halnya saat ini yang mengembangkan kerjasama dengan Gojek, Lazada, Indomaret, Alfamart, dan lain-lain,” ungkap gubernur.

Masih menurut gubernur, berbagai platform digital di Provinsi Banten saat ini dengan melalui berbagai aplikasi, sudah mempersiapkan modul dan sistem untuk mendukung peningkatan pendapatan. Sehingga pembangunan di Provinsi Banten akan tetap dilaksanakan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Banten.

Dikatakan, sebelum pandemi Covid-19, pajak kendaraan bermotor berkontribusi hingga 70 persen terhadap pendapatan asli daerah (PAD) untuk pembangunan Banten. Di saat pandemi Covid-19, telah dilakukan upaya membiayai penanganan dan pencegahan Covid-19 dengan melakukan refocusing dan realokasi anggaran.

Pada tahun 2021, lanjut Gubernur, Pemprov Banten sepakat dengan DPRD Provinsi Banten menganggarkan APBD hingga Rp 17 triliun untuk antisipasi terhadap penanganan dan pencegahan Covid-19 serta untuk antisipasi krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

“Pada kuartal ketiga 2020, pertumbuhan ekonomi kita minus tujuh persen. Dengan terobosan ini, kita harap perekonomian kita tumbuh positif,” ungkapnya.

“Saya berharap, antarmasyarakat saling melindungi dan tidak saling menyakiti. Caranya dengan konsisten melaksanakan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya. (rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya