oleh

Santap Pecak di Atas Getek ala Saung Babeh Setu

SETU- Bagi sebagian masyarakat Kota Tangerang Selatan, menu Pecak Ikan tak asing lagi. Makanan khas Betawi dilestarikan warga Betawi secara turun-temurun.

Soal pecak ikan, tak lengkap jika belum mencicipi hidangan yang didalamnya berisi beragam bumbu dan rempah-rempah nan kaya manfaat untuk kesehatan itu.

Seperti pecak ikan yang ada di Rumah Makan ‘Saung Babeh’ di Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Betawi di Saung Babeh, tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Saung Babeh ini berani adu menu dengan rumah makan lain atau serupa yang terlebih dulu ada.

Kelebihan di Saung Babeh, pengunjung dapat menikmati hidangan di saung-saung yang ada di rumah makan, juga menu yang sudah dipesan bisa disantap diatas getek atau rakit bambu yang terapung diatas air.

Setidaknya, ada tiga buah getek atau rakit bambu terapung diatas air rawa dengan berbagai jenis ikan didalam air rawa tersebut.

Ditemui di rumah makan Saung Babeh, Tati Herawati, pemilik yang juga pengelola rumah makan Saung Babeh itu mengatakan, para tamu yang datang dari berbagai kalangan.

“Karena kan kita menerapkan harga yang terjangkau bagi semua kalangan. Makanya yang datang dari berbagai kalangan maayarakat,” kata Tati, Senin (14/12).

Wanita paruh baya itu sebutkan, menu yang disajikan tak melulu pecak ikan seperti pecak ikan Gurame, Mujaer dan ikan Nila. Di Saung Babeh itu juga terdapat menu andalan lain khas masyarakat Betawi.

“Ada juga sayur asem, ayam goreng kampung, lalapan, ikan asin dan lain-lain. Tapi memang pecak ikan jadi yang terpaporit,” ungkap putri mantan Anggota DPRD Kota Tangsel periode 2014-2019, Abdullah Serin.

Diakui Tati, rumah makan Saung Babeh yang beroperasi hampir sebulan lalu itu, saat ini terus berupaya melakukan terobosan-terobosan dibidang kuliner has Betawi. Ia juga tidak sendiri, bersama sang adik, Ella Nurlela, keduanya akan fokus mengangkat kuliner has Betawi untuk dikenal publik.

“Masih banyak kuliner Betawi yang belum diangkat ke permukaan, dan kita akan fokus mempromosikan kepada pengunjung,” terangnya.

Ella Nurlela menjelaskan, sesuai anjuran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah didorong wirausaha atau pelaku usaha ekonomi kreatif di bidang kuliner menjadi food startup. Pihaknya pun berusaha memaksimalkan pelayanan kepada pengunjung.

“Sebagai pendatang baru di bidang kuliner, tentunya kita berusaha berikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung. Alhamdulillah, progresnya cukup baik diterima masyarakat,” ujar Ella.

Meski begitu, Ella tetap menerapkan protokoler kesehatan bagi siapapun yang berkunjung ke rumah makan Saung Babeh tersebut. Hal ini, Ella bilang, dengan adanya jarak antara saung satu dengan saung-saung lainnya.

“Kita tetap terapkan protokoler kesehatan, dan itu sangat penting ditengah pandemi sekarang ini. Pokoknya kita ingin pengunjung merasa nyaman datang kesini,” tandasnya.

Untuk diketahui, rumah makan ‘Saung Babeh’ berlokasi di RT 014/04 dan hanya berjarak sekira 100 meter dari kantor Kelurahan Setu, Kecamatan Setu. Diatas lahan seluas hampir 1 hektar ini, ‘Saung Babeh’ berdiri diatas air rawa yang ada di Kelurahan Setu. (dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya