oleh

Dewan Kumpulin Lurah se-Pondok Aren, Bahas Sertifikat Tanah PTSL

PONDOK AREN-Komisi I DPRD Tangsel Kota Tangsel melakukan kunjungan kerja ke kantor Kecamatan Pondok Aren pada Rabu (15/9). Kunjungan ini terkait sinkronisasi data sertifikat tanah yang tak kunjung rampung dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hadir para lurah se-Kecamatan Pondok Aren.

Sekretaris Kecamatan Pondok Aren, Andi Setiawan mengungkapkan, bahwa wilayah Pondok Aren juga mengalami hal yang sama dengan kecamatan lain perihal PTSL. Sehingga perlu diselesaikan secepatnya, agar masalah ini dapat segera menemui titik terang.

“Upaya mensinkronisasikan data di Kecamatan Pondok Aren dari 11 kelurahan yang belum diselesaikan, pada data awal sebanyak 1.331 dari jumlah target kurang lebih 30 ribu se-kecamatan. Dari 1.331, saya kroscek ulang akhirnya ada peningkatan cukup signifikan sebanyak 852 sehingga menjadi 2.181, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2020,” ujarnya.

Maka pihaknya menyamakan lagi datanya dan akan dikirim ulang. Karena ada tiga kelurahan belum mengumpulkan untuk 2018 dan 2019 yakni, Kelurahan Parigi dan Pondok Jaya serta Pondok Kacang Timur.

Lanjut ia, dari pertemuan bersama dengan Komisi I DPRD Tangsel ini merupakah langkah yang tepat untuk menyelesaikan soal PTSL. Supaya pemilik tanah yang sudah mengurus surat-surat segera menerima sertifikat tanahnya.

Dirinya mengaku sangat senang adanya upaya dari DPRD untuk turut mentuntaskan problem ini. “Masalahnya rata-rata yang disampaikan oleh lurah seperti titik lokasi yang tidak ditemukan, ada yang belum membayar BPHTP dan belum mendapatkan tanda tangan dari ahli waris. Itulah beberapa persoalan di lapangan. Namun demikian harapan kami semua dapat selesai. Kalau belum bisa 100 persen minimal 50 persen, karena banyak sekali masyarakat yang membutuhkan. Karena urusan sertifikat sangatlah penting,” tambah ia.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tangsel, Drajat Sumarsono meminta kejelasan dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel untuk menyelesaikan 50 persen dari 5.001 bidang yang belum terurus.

“Rapat dan pertemuan dengan para lurah se-Pondok Aren, sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan sejumlah camat dan Ketua BPN Tangsel. Sebanyak 5.001 data PTSL yang belum jadi sertifikatnya,” jelasnya.(din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya