oleh

Mulai Maret, Sampah di Tangsel Bakal Diimpor ke Nambo Bogor

SETU- Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah diberi sinyal oleh Provinsi Jawa Barat mengenai perjanjian pembuangan sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor.

Rencananya, proses pembuangan sampah lintas wilayah itu sudah dapat dilakukan sejak awal Maret 2022 mendatang.

“Kita sudah diberikan sinyal, tinggal menunggu naskah dinas resmi dari mereka,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Wahyunoto Lukman saat dikonfirmasi, Kamis (20/1/2022).

Wahyu mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat di Lulut-Nambo. Hasilnya, pihak perusahan yang dipercaya sebagai pengelola sudah siap untuk operasional mengelola sampah dari Tangsel ini.

“Mereka sudah konfirmasi ke kita, mereka siap untuk mengelola sampah dari Tangsel, karena yang ingin membuang sampah disana tidak hanya Tangsel saja, namun ada dari Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan DKI Jakarta,” jelas Mantan Kepala Dinas Sosial tersebut.

Ia menerangkan, tempat pembuangan sampah di Nambo sudah memiliki teknologi yang canggih. Nantinya, sampah di sana dapat dikelola menjadi bahan bakar pengganti batu bara.

Dalam waktu dekat ini, kata Wahyu, Tangsel akan diberikan naskah dinas resmi, sehingga DLH dapat melakukan langkah selanjutnya, yaitu memulai lelang bagi penyedia jasa pengangkut sampah dari Tangsel ke Nambo.

“Kita menunggu pemberitahuan dari Nambo, sehingga kita bisa memproses lelang penyedia pengakutan, karena mereka sudah bisa beroperasi di awal Maret,” terangnya.

Wahyu menuturkan, jika seluruhnya telah rampung maka Tangsel dapat mengimpor sampahnya hingga 120 ton per hari.

“Per hari 120 ton, nanti untuk kerjasama kontraknya akan diperpanjang atau diperbarui pertahun. Sambil menyesuaikan kondisi dan keadaan, karena ini juga kan mereka baru mulai operasional. Banyak alat berat harus ada, tapi masih berproses mereka juga,” ujarnya.

Sementara itu selain Nambo, kerjasama Tangsel dengan Serang terkait pembuangan sampah ini akan terus berlanjut.

“Untuk di Serang kita membuang sampah 280 ton perharinya, dan ini pun lagi menunggu proses lelang pihak ketiga jasa pengangkutan sampah, dikarenakan lelang jasa pengangkutan ini bersamaan dengan jasa pengangkutan yang di Nambo,” pungkasnya. (RMN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya