oleh

Ini Putusan DKPP Terhadap Pemeriksaan Bawaslu Kota Tangsel

SERPONG-Ketua dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel sempat jalani pemeriksaan di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pemeriksaan ini terkait adanya aduan Bawalu tidak cermat dan tak profesional dalam bekerja.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengkaji dan memproses laporan terhadap dugaan pelanggaran administrasi. Sehingga, aduan pemohon disanggah dengan bukti hasil proses yang dilakukan Bawaslu di sidang DKPP pada 4 Februari lalu.

“Kemudian, kami juga sudah meneruskan kasus ini ke Sentra Gakkumdu, yang menambahkan bahwa kasus ini ditindaklanjuti pada Sentra Gakkumdu (SG) 1,” ujar Acep.

Lalu pada aduan yang menyatakan bahwa Bawaslu tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, Acep menjelaskan, jika dua tindakan yang sebelumnya dijelaskan cukup menggambarkan kinerja Bawaslu terhadap laporan-laporan serta temuan yang sudah diterima pihaknya.

Acep menerangkan, bahwa jajarannya sudah melakukan tugasnya dengan baik. Salah satunya adalah dalam pengawasan terhadap pemeriksaan verifikasi persyaratan yang dilengkapi para calon kepada KPU.

Setelah melalukan pemeriksaan, DKPP akhirnya memutuskan dalam sidang kali ini. Putusannya, Bawaslu Kota Tangsel tidak terbukti melanggar kode etik.

Sidang putusan yang dipimpin oleh Ketua DKPP Alfitra Salamm ini membahas adanya dugaan manipulasi data yang dicantumkan dalam Formulir Model BB.2 KWK milik Benyamin Davnie.

“Bawaslu Provinsi Banten agar segera merehabilitasi nama Anggota Bawaslu Kota Tangerang Selatan,” ujar Alfitra terkait dengan aduan DKPP nomor 2/PKE-DKPP/I/2021.(dra)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya