oleh

BPJS Ketenagakerjaan Pandeglang Optimalkan Pelayanan Digital

PANDEGLANG – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dua tahun lalu, termasuk di Indonesia, membuat banyak perubahan dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan, ekonomi, sosial, dan lainnya pandemi juga memaksa manusia untuk beradaptasi dalam situasi baru.

Adaptasi kehidupan baru dilakukan oleh hampir semua lapisan masyarakat dan organisasi, baik pemerintah, NGO maupun swasta, salah satunya dengan mengadaptasi teknologi informasi berbasis digital dalam setiap aktivitasnya.
Layanan berbasis digital pun mulai dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, dalam dua tahun terakhir atau saat pandemi melanda Indonesia.

Agus, salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan mengaku, sudah terbiasa menggunakan aplikasi JMO untuk mengecek saldo. Selain itu dirinya bisa mengakses berita mengenai jaminan sosial tenaga kerja.

“Saya sudah download aplikasi JMO di hape dan tidak perlu repot-repot datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk cek saldo ataupun lainnya. Saat ini pelayanan jadi lebih mudah karena bisa diakses secara online,” ungkap Agus, di Pandeglang, Selasa (23/11).

Sementara, Account Representative Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pandeglang, M. Irvan Haekal menjelaskan, sebenarnya layanan berbasis digital di perusahaannya sudah dilakukan sebelum pandemi melanda. Namun saat terjadi pandemi Maret 2020, peserta harus mulai terbiasa menggunakan layanan berbasis digital untuk menghindari kontak fisik.

“Pelayanan saat ini sudah beralih ke digital, terutama pas pandemi Covid-19 melanda, semuanya serba digital. Memang awal-awal penerapan pelayanan digital, peserta agak kesulitan, namun seiringnya waktu mulai terbiasa,” ujar Haekal, saat ditemui Tangsel Pos di kantornya di Jalan Raya Labuan-Pandeglang, Cipacung, Kecamatan Majasari.

Dirinya menerangkan, sebelum diberlakukan pelayanan digital, kantornya selalu ramai. Karena peserta BPJS Ketenagakerjaan mengajukan pendaftaran klaimnya secara manual. Namun kini pelayanan di kantor tidak terlalu banyak orang, karena pelayanan fisik sudah beralih menuju layanan digital.

“Tentunya banyak manfaat dan kemudahan dalam layanan serba digital ini. Peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa kapanpun dan di manapun mengakses pelayanan dan kami bisa lebih cepat memprosesnya, karena semuanya serba online,” bebernya.

Haekal mencontohkan, saat ini bagi masyarakat yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dan lainnya bisa dilakukan secara online melalui website www.lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id. Setelah melakukan pendaftaran, maka customer service akan melakukan verifikasi secara virtual yakni melalui video call dan tahap selanjutnya.

“Misal untuk klaim JHT itu bisa via website, verifikasi via video call WhatsApp dan jika persyaratan dinyatakan lengkap, maka lima hari kerja bisa cair. Pencairan bisa dilakukan di bank mana saja, tergantung peserta melampirkan rekening bank dan yang pasti harus atas nama yang bersangkutan,” jelas pria asal Lampung ini.

Haekal menerangkan, pasca pelayanan digital ini pengajuan klaim dan pencairan secara nasional bertambah dua kali lipat. Apalagi saat terjadi pandemi, banyak peserta yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang secara otomatis akan mengajukan klaim.

“Pelayanan digital ini tentunya sangat membantu dan mempermudah, baik dari sisi peserta dan juga kita sebagai bagian dari BPJS Ketenagakerjaan. Terdapat aplikasi yang bisa diunggah oleh peserta melalui PlayStore, JMO (Jamsostek Mobile) dan juga melalui website lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id,” pungkasnya.

Ditemui di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pandeglang, petugas konter BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pandeglang, Ocha (25) mengatakan, masih ada peserta yang menggunakan jasa layanan di konter. Biasanya peserta menanyakan terkait dengan saldo JHT.

“Tidak sedikit peserta yang belum paham terkait dengan layanan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi online dan kita coba arahkan ke sana (layanan digital, red). Karena memang saat ini pelayanan hampir semuanya beralih secara digital,” ujar Ocha.(rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya