oleh

Perbuatan Sopir Angkot dan Kernetnya Sungguh Keterlaluan

TANGERANG— Sungguh keterlaluan perbuatan sopir angkot IS dan kernetnya GG. Keduanya tega memukul, mencekik, memperkosa hingga mau membunuh Bunga, seorang karyawan pabrik yang sedang dalam perjalanan menengok orang tuanya di RSU Balaraja. Pemerkosaan itu dilakukan di dalam mobil angkot.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/1) lalu. Saat itu, Bunga yang tinggal rumah kosannya di Balaraja kawasan menaiki angkot jurusan Cikande-Balaraja. Dia ingin menjenguk orang tuanya yang sedang dirawat di RSU Balaraja.

“Sekitar pukul 00:30 wib, Bunga menaiki angkutan umum trayek Cikande-Balaraja menuju RSU Balaraja untuk menjenguk orang tuanya yang sakit,”kata Zain, Selasa (25/1).

Lanjut Zain, di dalam angkutan umum tersebut hanya berisi tiga orang. Yakni Bunga, sopir IS dan kernetnya GG. Setelah Bunga naik angkot, si kernet langsung menutup pintu mobil dan melanjutkan perjalanan menuju Balaraja.

Secara tiba-tiba GG kemudian memukuli korban dengan tangan. Tidak hanya itu, tersangka yang bernisial GG juga menendang korban berulang kali ke bagian dada, serta mencekik korban.

Bahkan, si kernet juga menimpahkan ban serep angkot yang berada di bawah kursi penumpang. Melihat tindakan GG sangat kasar, sang sopir yang berinisial IS langsung menyerahkan kendali angkot kepada GG.

“Korban mengalami luka yang cukup parah di bagian, kepala, punggung dan dada, ” jelasnya.

Setelah itu, IS langsung menghampiri korban dan membuka celana korban dan menyetubuhi korban secara paksa. Setelah korban diperkosa, IS dan GG kembali memukuli dan mencekik korban. Keduanya hendak membunuh korban.

“Para tersangka sempat memastikan kematian korban dengan kembali memukulnya. Karena tidak ada reaksi, maka para tersangka langsung membuang korban ke sungai yang berada di Ciujung, Kabupaten Serang,”ujarnya.

Setelah dilempar ke sungai, para tersangka langsung membawa kabur barang berharga milik Bunga yaitu handphone, kartu ATM BNI, Bank DKI dan ATM Bank Mayora.

Bunga yang sudah dilemparkan ke sungai, kemudian berenang ke tepi sungai dan meminta bantuan kepada warga sekitar. Setelah, mendapat pertolongan dari warga sekitar, Bunga yang didampingi warga sekitar melapor kepada pihak Kepolisian Sektor Tirtayasa, Kabupaten Serang.

“Setelah itu kasusnya dilimpahkan ke Polresta Tangerang, ” katanya.

Kata Zain, setelah mendapatkan laporan, pihak langsung melakukan penyelidikan. Hanya selang dua hari pihak Kepolisian Resort Tangerang berhasil membekuk kedua tersangka di lokasi yang berbeda.

Saat ditangkap, kedua tersangka sempat memberikan perlawanan kepada pihak Kepolisian Resort Kota Tangerang. Maka, polisi terpaksa menghadiahi timah panas di kedua betis tersangka.

” IS sang sopir ditangkap di Tigaraksa dan GG sang kernet ditangkap di Balaraja. Para tersangka sempat melawan, maka terpaksa kita lumpuhkannya,”ujarnya.

Zain menegaskan, para tersangka dikenakan ancaman pidana hukuman mati, karena terbukti melakukan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan dan Pemerkosaan dan atau Percobaan Pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHPidan dan Pasal 285 KUHPidana dan atau Pasal 340 Jo 53 KUHPidana dan atau Pasal 338 Jo 53. (BNN/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya