oleh

Gugatan Perdata oleh Saudagar Beras Terhadap Mantan Istri Kandas di PN Pandeglang

PANDEGLANG – Gugatan perdata mengenai utang piutang yang dilayangkan penggugat saudara beras, Ating Saepudin kepada tergugat mantan istrinya, Ida Hamidah di Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang dengan nomor perkara 17/Pdt.G/2021/PN Pdl, berakhir dengan tidak diterimanya gugatan penggugat (niet onvankelijk verklaard).

Endang Sujana, kuasa hukum Ida Hamidah mengatakan, sudah menerima putusan PN Pandeglang atas perkara gugatan perdata kliennya. Kata dia, dalam e-Court yang diterima, diketahui dalam eksepsi mengabulkan eksepsi tergugat dan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (niet onvankelijk verklaard).

“Alhamdulillah tadi kami sudah menerima putusan perkara klien kami atas nama Ibu Ida Hamidah yang intinya gugatan pihak penggugat tidak diterima oleh Majelis Hakim,” ujar Endang Sujanda, didampingi Ida Hamidah, saat konferensi pers di salah satu rumah makan di Pandeglang, Rabu (24/11/2021) malam.

Diketahui dalam rekonpensi menyatakan gugatan rekonpensi dari penggugat rekonpensi/tergugat tidak dapat diterima. Kemudian dalam konpensi dan rekonpensi, menghukum penggugat/tergugat rekonpensi untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara tersebut Rp 210.000.

Ida Hamidah kepada wartawan mengaku, bersyukur perkara wanprestasinya bisa selesai dengan hasil yang diharapkan. Sejak awal dirinya optimis bisa menang melawan gugatan mantan suaminya, karena memang tidak pernah memiliki utang hingga Rp 1,3 miliar.

“Alhamdulillah saya merasa bersyukur karena perkara ini selesai dengan hasil yang diharapkan. Karena memang saya tidak pernah memiliki utang kepada mantan suami,” ujar anggota DPRD Provinsi Banten ini.

Ida mengaku, mengundang wartawan untuk menyampaikan hasil dari proses perkaranya di PN Pandeglang. Menurut dia, awal perkara ini muncul dan langsung menjadi konsumsi masyarakat melalui media. Untuk itu perlu kiranya akhir dari perkara tersebut juga disampaikan melalui media massa.

“Tujuannya agar berita awal yang diterima masyarakat soal hebohnya masalah utang piutang ini juga ditutup melalui berita dari hasil atau putusan PN Pandeglang. Jadi masyarakat akhirnya menerima informasi perkara ini utuh, tidak parsial,” harapnya.

Menurut dia, dengan sudah selesainya perkara ini diharapkan baik dirinya maupun mantan suaminya bisa menata hidup masing-masing. Karena baik dirinya maupun mantan suaminya sudah memiliki kehidupan dengan pasangan masing-masing.

“Saya harap yang sudah berlalu ya sudah. Saya sudah memiliki kehidupan bersama suami baru saya, begitupun Haji Ating juga memiliki istri lagi. Jadi dengan selesainya perkara ini, semuanya selesai dan bisa menjalani kehidupan masing-masing,” ucapnya.(rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya