oleh

Pfizer Akan Buat Vaksin Khusus Omicron

JAKARTA – Pfizer-BioNTech telah memulai uji klinis untuk kandidat vaksin Covid-19 spesifik Omicron.

Studi ini akan mengevaluasi vaksin untuk keamanan, tolerabilitas, dan tingkat respons imun – baik sebagai seri primer maupun dosis booster – pada 1.420 orang dewasa sehat berusia 18 hingga 55 tahun.

Dalam keterangan yang dirilis hari ini, Selasa (25/1), Pfizer menyebut studi ini dibagi menjadi tiga kelompok.

Peserta kelompok pertama telah menerima dua dosis vaksin Pfizer Covid-19 yang ada di saat ini, setidaknya dalam waktu 90 hingga 180 hari sebelum penelitian. Selanjutnya, mereka akan menerima satu atau dua dosis vaksin khusus Omicron.

Peserta kelompok kedua telah menerima tiga dosis vaksin Pfizer Covid-19 saat ini, setidaknya 90 hingga 180 hari sebelum penelitian. Kemudian, mereka akan disuntikkan satu dosis vaksin Pfizer Covid-19 saat ini atau vaksin khusus Omicron.

Sedangkan peserta di kelompok ketiga, belum menerima vaksin Covid-19 yang ada saat ini. Mereka akan menerima tiga dosis vaksin khusus Omicron.

Vaksin khusus Omicron akan diberikan dalam dosis 30 mikrogram, sama dengan vaksin saat ini.

“Penelitian saat ini dan data dunia nyata menunjukkan bahwa vaksin booster terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap risiko penyakit parah dan rawat inap dengan Omicron. Tapi, kami harus bersiap, jika perlindungan ini berkurang seiring waktu. Serta berpotensi membantu mengatasi Omicron dan varian baru di masa mendatang,” kata Senior Vice President and Head of Vaccine Research and Development Pfizer, Kathrin Jansen dalam rilisnya, seperti dikutip CNN, Selasa (25/1).

Bulan lalu, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan, pihaknya akan menyediakan vaksin khusus Omicron pada Maret mendatang.

“Secara proaktif, kami melakukan investigasi dan memproduksi vaksin khusus Omicron. Tentu saja, kami akan mendiskusikan hasilnya dengan otoritas kesehatan, dan meminta persetujuan sebelum digunakan,” papar Juru Bicara Pfizer.

Pabrik vaksin asal AS itu sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk memproduksi empat miliar dosis vaksin Covid-19 Pfizer pada tahun 2022. Kapasitas ini diperkirakan tidak akan berubah, sekalipun ada vaksin yang diadaptasi.

Namun, Pfizer juga menekankan, orang yang telah menerima dosis booster vaksin saat ini memiliki tingkat perlindungan yang tinggi terhadap Omicron. Terutama, untuk mencegah risiko gejala berat dan rawat inap.

Studi laboratorium preprint terbaru menunjukkan, antibodi terhadap varian virus corona Omicron dapat bertahan empat bulan, setelah suntikan dosis ketiga vaksin Pfizer.

“Data efektivitas dunia nyata dan investigasi laboratorium akan memberikan info lanjutan mengenai durasi perlindungan, potensi kebutuhan dosis tambahan di lain waktu, dan kemungkinan modifikasi vaksin untuk menghadapi Omicron,” demikian hasil studi dari para peneliti di University of Texas Medical Branch, Pfizer-BioNTech. (RM.id/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya