oleh

Dinkes Banten Target Vaksinasi 3.500 Orang per Hari

SERANG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menargetkan dalam satu hari bisa memberikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac kepada 3.500 orang. Sementara sasaran target keseluruhan yakni 13.500 orang.

 Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, target 13.500 orang itu dibagi menjadi empat hari yang dimulai pada 24 Februari hingga 27 Februari besok.

“Jadi per hari targetnya 3.500 orang. Vaksinasi massal ini merupakan tahap II termin 1. Nanti untuk suntikan kedua akan digelar empat hari juga, dimulai 10 Maret,” ungkap Ati, saat meninjau jalannya pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Umum Banten, Kota Serang, Kamis (25/2).

Dijelaskan Ati, untuk tahap dua ini Pemerintah Provinsi Banten mendapat kuota vaksin sebanyak 28.800 vial. Satu vial digitung dikali 8,5 jadi pihaknya mendapatkan sekitar 200-an sasaran.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi telah mengacu pada aturan yang telah ditetapkan Kemenkes, petunjuk teknis sampai pada strategi percepatan penanganan vaksinasi.

Ada empat hal yang bisa dipilih. Pertama, pelaksanaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan vaksinasi massal di tempat. Ketiga, di institusi tempat kerja atau usaha. Keempat, divaksinasi massal bergerak.

“Tetapi untuk vaksinasi massal bergerak nanti bukan dilakukan di periode sekarang. Periode kedua pada saat nanti menuju sasaran para pedagang,” terangnya.

Dituturkan Ati, dalam waktu satu jam, ada 400 orang yang harus divaksin. Hal itu telah sesuai dengan kapasitas tempat yang disediakan.

“Untuk sekarang kita hanya pada 3 pilihan metode. Tadi, fasyankes, vaksinasi massal di tempat prokes ini sebenarnya kita sudah mempertimbangkan 4 hari. Sehari kita bagi 3.500 dimana satu jamnya itu 400 orang,” tuturnya.

Dijelaskannya, pada tahap dua ini sasarannya selain ASN pelayan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, juga kepala sekolah dan guru-guru di bawah naungan Pemprov dan juga jurnalis.

“Untuk guru SMK, SMA maupun SKh ada sekitar 11 ribuan, baik PNS maupun Non PNS. Sementara untuk guru SD dan SMP akan dilakukan di kota/kabupaten masing-masing,” ungkapnya.(yul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya