oleh

Mahasiswa Unpam PMKM di Kelompok Wanita Tani Az-Zahra Buaran

SERPONG-Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Az-Zahra, Buaran, Serpong pada 31 Oktober lalu.

Mengambil tema Sosialisasi dan Strategi Pemasaran Hasil Produksi Pertanian, para mahasiswa berupaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan kegiatan PMKM di tengah suasana pandemi Covid-19.

Pada kegiatan PMKM kali ini dihadiri oleh Iin Marlina selaku pengurus dari KWT Az-Zahra Buaran dan para peserta sebanyak 10 anggota KWT. Sedangkan, mahasiswa yang mengadakan PMKM yakni, Aziz Muhapiz sebagai Ketua Pelaksana dengan anggotanya yaitu Delia Dwi Purnamasari, Desti Wartini, dan Sukmawati. Dengan Dosen Pembimbing Suciati Muanifah, S.E., M.M.

Materi yang disampaikan yaitu terkait dengan strategi pemasaran hasil panen, dengan menggunakan media online (Facebook, Instagram, dan WhatsApp), sepertinya bisa membantu petani untuk memasarkan langsung hasil panennya kepada konsumen.

Desti Wartini mengungkapkan, dengan pemasaran online tersebut, konsumen lebih mudah mengetahui produk yang ditawarkan penjual, calon konsumen dapat membandingkan dengan produk lain sebelum melakukan transaksi, promosi juga menjadi lebih mudah dan murah, dan tentunya jangkauan pasar yang lebih luas.

“Sayangnya, penggunaan digital marketing belum tentu dapat diaplikasikan oleh petani seperti Ibu Iin dan petani berusia tua lainnya. Sehingga dibutuhkan peran serta berbagai pihak yang dapat melakukan pendampingan terhadap petani dalam memasarkan hasil panennya dengan memanfaatkan digital marketing,” terangnya.

Mahasiswa berikan kenang-kenangan ke KWT.(Istimewa).

Lanjut Desti, sarana dan prasarana berupa jaringan internet yang mendukung serta ketersediaan perangkat digital seperti smartphone merupakan hal yang wajib terpenuhi untuk terlaksananya digital marketing ini.

Selanjutnya, pemasaran secara online juga perlu memperhatikan biaya transportasi dan kualitas produk sebelum sampai ke konsumen, mengingat produk segar asal tumbuhan seperti sayur dan buah adalah produk yang mudah rusak sehingga memerlukan perlakuan khusus dalam perlakuan pascapanennya.

Pemateri lainnya, Sukmawati mengungkapkan, petani perlu mendapatkan penyuluhan agar menghasilkan produk yang berkualitas dan kontinyu, serta teknik mengemas produk yang bisa menarik pembeli, sampai bagaimana memasarkan produk secara online.

“Petani juga membutuhkan ketersediaan informasi harga pasar atas produk yang mereka hasilkan, sehingga dalam menentukan harga jual petani tidak lagi memiliki posisi tawar yang rendah,” jelas Sukmawati.(rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya