Rupiah Menguat ke Level Rp17.944 per Dolar AS, Sentimen Pasar dan Langkah BI Jadi Penopang
JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan Rabu (10/6) di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan pada awal pekan. Penguatan ini didorong oleh membaiknya sentimen pasar serta respons kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.
Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup menguat 114 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.944 per dolar Amerika Serikat (AS), dibanding penutupan sebelumnya di level Rp18.058 per dolar AS.
Pergerakan positif tersebut juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang menguat ke posisi Rp17.971 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.141 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menyebut penguatan rupiah menjadi sinyal pemulihan setelah sebelumnya sempat menyentuh level terlemah di Rp18.190 per dolar AS pada awal pekan.
Menurutnya, perbaikan sentimen pasar serta langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia turut mendorong kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Meski demikian, pergerakan rupiah masih dibayangi sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memicu volatilitas pasar. Investor saat ini masih mencermati dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Jika inflasi AS tetap tinggi, peluang penguatan dolar AS masih terbuka karena ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Sebaliknya, inflasi yang melandai dapat memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih stabil.
Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dinilai memperkuat keyakinan pasar terhadap komitmen menjaga stabilitas nilai tukar.
Kombinasi kebijakan moneter yang responsif dan komunikasi aktif kepada investor menjadi faktor yang membantu menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 14 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu


