TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Banten Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara, Fokus Hadapi Bencana

Reporter & Editor : AY
Selasa, 22 September 2026 | 14:05 WIB
Provinsi Banten menjadi tuan rumah latihan gabungan militer internasional ADMM-Plus Exercise Trident Resolve 2026 yang melibatkan 19 negara. Foto : Humas Pemprov
Provinsi Banten menjadi tuan rumah latihan gabungan militer internasional ADMM-Plus Exercise Trident Resolve 2026 yang melibatkan 19 negara. Foto : Humas Pemprov

CILEGON — Provinsi Banten menjadi tuan rumah latihan gabungan militer internasional ADMM-Plus Exercise Trident Resolve 2026 yang melibatkan 19 negara. Kegiatan ini berlangsung hingga 25 September 2026 dengan fokus penanggulangan bencana, medis militer, dan keamanan siber.


Gubernur Banten Andra Soni menyambut para delegasi di The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon, Selasa (22/9/2026). Ia mengapresiasi kepercayaan menjadikan Banten sebagai lokasi latihan bersama tersebut.


“Ini bentuk dukungan dan penyambutan kami. Latihan ini sangat relevan dengan kondisi Banten, terutama dalam menghadapi bencana, penanganan medis darurat, dan ancaman siber,” ujar Andra.


Latihan mengintegrasikan tiga kelompok kerja ADMM-Plus, yakni Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), Military Medicine (MM), dan Cyber Security (CS).


Sebanyak 19 negara yang terlibat yakni Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, China, India, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Rusia, Singapura, Thailand, Timor-Leste, Amerika Serikat, dan Vietnam.


Banten dipilih karena memiliki garis pantai panjang, kawasan industri strategis, serta potensi bencana, termasuk aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.


Skenario latihan mencakup gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga tsunami. Peserta akan menguji kemampuan evakuasi, pertolongan kemanusiaan, penanganan medis, serta pengamanan sistem komunikasi dan informasi.


Andra berharap latihan ini tidak hanya memperkuat kerja sama pertahanan antarnegara, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas Banten dalam menghadapi bencana.


“Pengalaman tsunami Selat Sunda 2018 menjadi pelajaran penting bahwa kesiapsiagaan, peringatan dini, dan koordinasi lintas lembaga harus terus diperkuat,” katanya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit