TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

AS-Iran Kembali Berunding, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Oleh: Fazel MG
Editor: AY
Selasa, 29 September 2026 | 14:50 WIB
Selat Hormuz. Foto : Ist
Selat Hormuz. Foto : Ist

WASHINGTON – Amerika Serikat dan Iran kembali membuka jalur perundingan melalui mediator untuk meredakan konflik sekaligus mencari jalan membuka kembali Selat Hormuz.


Pejabat kedua negara pada Senin (28/9/2026) melakukan pembicaraan terpisah dengan para mediator. Negosiasi disebut membahas revisi proposal Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dalam waktu tujuh hari.


Proposal sebelumnya mensyaratkan pengurangan tekanan militer serta penyelesaian sejumlah persoalan ekonomi dan nuklir. Namun, Presiden AS Donald Trump telah menyatakan menolak proposal tersebut.


Mediator dari Qatar dan sejumlah negara lain kini berupaya menjembatani perbedaan Washington dan Tehran, terutama terkait sanksi, program nuklir Iran, serta keamanan pelayaran.


Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global atau hampir 20 juta barel per hari sebelumnya melewati kawasan tersebut.


Ketidakpastian di Selat Hormuz turut mengerek harga minyak. Pada perdagangan Selasa (29/9), Brent naik 0,6 persen menjadi sekitar US$105,91 per barel, sedangkan WTI menguat 0,8 persen ke level US$93,32 per barel.


Data awal Kpler mencatat ekspor minyak sejumlah produsen utama Timur Tengah mencapai sekitar 12,8 juta barel per hari pada September. Namun, arus pengiriman melalui Selat Hormuz masih di bawah kondisi sebelum konflik.


Hingga kini, perundingan AS-Iran belum menghasilkan kesepakatan final. Hasil diplomasi tersebut dinilai akan menjadi faktor penting bagi keamanan pelayaran di Teluk sekaligus pergerakan pasar energi global.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit