Baznas Tangsel Bedah Filantropi Islam Di Kawasan Perkotaan
CIPUTAT-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Konstruksi Sosial Muzakki Prioritas dalam Ekosistem Filantropi Islam Perkotaan”.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Baznas Tangsel, Rabu (30/9), membahas perkembangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus strategi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.
Salah satu Komisioner Baznas Tangsel, Taufik Setyaudin mengatakan, FGD tersebut merupakan bagian dari proses riset disertasinya yang mengkaji dinamika filantropi Islam di lingkungan perkotaan.
Menurut Taufik, forum tersebut sengaja melibatkan berbagai unsur agar pembahasan mengenai muzakki atau pemberi zakat tidak hanya dilihat dari sisi akademik, tetapi juga berdasarkan pengalaman praktis lembaga pengelola zakat.
“Diskusi tak hanya menghadirkan para pimpinan dan pengurus Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) se-Tangsel, tetapi juga dihadiri unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujar Taufik.
Sejumlah pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel, di antaranya Hasan Mustofi dan Aep Saepudin, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Forum juga diikuti sejumlah pegiat dakwah zakat yang selama ini terlibat dalam pengembangan gerakan filantropi di wilayah Tangsel.
Dalam diskusi terungkap bahwa sejumlah lembaga pengelola zakat di Tangsel terus melakukan inovasi untuk meningkatkan penghimpunan ZIS. Potensi dana filantropi di kawasan perkotaan dinilai cukup besar seiring pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah muslim.
“Upaya perbesaran perolehan pengumpulan ini difokuskan melalui beberapa strategi utama,” tambahnya.
Strategi pertama yang dibahas adalah pelayanan personal atau personalized treatment. Pendekatan tersebut menempatkan komunikasi dua arah antara lembaga zakat dan muzakki sebagai salah satu aspek penting dalam membangun hubungan jangka panjang.
Pelayanan tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi secara personal, layanan jemput zakat, hingga program muqayyad, yakni penyaluran zakat yang disesuaikan dengan minat dan kehendak donatur sepanjang tetap memenuhi ketentuan syariah. Strategi kedua berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas.
Menurut Taufik, keterbukaan dalam pengelolaan dana menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan serta loyalitas muzakki.
Hal itu dapat diwujudkan melalui penyampaian laporan keuangan secara terbuka, audit secara berkala, hingga laporan mengenai dampak program yang telah dijalankan kepada penerima manfaat.
Strategi berikutnya adalah pemanfaatan teknologi digital. Lembaga pengelola zakat didorong terus menyesuaikan layanan dengan perkembangan perilaku masyarakat, termasuk melalui QRIS, platform crowdfunding, media sosial, serta aplikasi perpesanan.
.“Melalui FGD ini, kita membedah bagaimana peran muzakki prioritas mereka yang memiliki kontribusi, tingkat kepercayaan, dan loyalitas tinggi—dalam menopang program-program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Taufik.
Ia menilai, inovasi pelayanan dan keterbukaan pengelolaan dana menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan kelompok muzakki yang memiliki kontribusi besar terhadap lembaga zakat.
"Inovasi layanan serta transparansi yang dilakukan lembaga amil menjadi kunci utama dalam merawat kepercayaan tersebut,” sambungnya.
Taufik juga melihat pertumbuhan kelompok kelas menengah muslim di wilayah perkotaan membawa peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan ekosistem filantropi Islam. Kondisi tersebut menuntut lembaga zakat untuk semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada para donatur.
Para tokoh agama yang hadir menyambut positif pelaksanaan riset dan pembahasan strategi penguatan pengelolaan ZIS. Kehadiran unsur ulama, praktisi lembaga zakat, dan pegiat dakwah dinilai dapat memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan gerakan filantropi di Tangsel.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 19 jam yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
Nasional | 13 jam yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu




