Indonesia Bawa Pulang 5 Emas dari Asian Games 2026, Erick Thohir Bidik Olimpiade 2028
JEPANG – Kontingen Indonesia menutup kiprah di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan catatan positif. Merah Putih berhasil membawa pulang lima medali emas, melampaui target empat emas yang dipatok sebelum berangkat ke Jepang.
Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi 39 medali yang terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Lima emas tersebut seluruhnya berasal dari cabang olahraga unggulan yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Bulu tangkis menjadi penyumbang terbanyak dengan dua emas melalui tim beregu putra serta pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Tiga emas lainnya diraih Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan.
Prestasi Nurisa menjadi catatan tersendiri. Emas yang diraihnya merupakan medali emas pertama Indonesia dari cabang panahan sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, ofisial, federasi cabang olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia.
Menurut Erick, pencapaian lima emas menunjukkan bahwa pemetaan potensi atlet dan cabang olahraga menjadi kunci dalam menentukan target prestasi.
“Kita datang dengan target empat emas, dan Alhamdulillah kita pulang dengan lima emas. Ini menunjukkan bahwa target yang kita tetapkan harus lahir dari pemetaan yang benar,” ujar Erick.
Ia menilai target prestasi tidak boleh sekadar ditentukan berdasarkan angka, tetapi harus mempertimbangkan peluang setiap cabang, performa atlet, kesiapan, serta proses pembinaannya.
Karena itu, Erick mendorong agar persiapan kontingen Indonesia ke depan semakin terarah. Sumber daya olahraga harus difokuskan kepada cabang dan atlet yang memiliki peluang kuat untuk meraih prestasi.
“Kita tidak bisa lagi mengirim sebanyak-banyaknya tanpa melihat peta kekuatan. Kita harus semakin teliti menentukan siapa yang berangkat, di nomor apa kita bertanding, dan di mana peluang medalinya,” tegasnya.
Erick juga menilai lima emas dari Aichi-Nagoya menjadi modal penting untuk membangun prestasi menuju Olimpiade 2028. Sebab, seluruh emas tersebut berasal dari cabang yang dipertandingkan di Olimpiade, yakni panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi.
“Lima emas kita datang dari cabang-cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Ini penting. Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” katanya.
Menurut Erick, pembinaan terhadap empat cabang tersebut harus dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti pada target SEA Games maupun Asian Games.
“Panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi harus kita bina secara konsisten, bukan hanya untuk SEA Games dan Asian Games, tetapi kita siapkan untuk bisa bersaing dan meraih medali di Olimpiade 2028,” tandasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 12 jam yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu




