Muslimat NU Pondok Cabe Ilir Diminta Perkokoh Keluarga
PAMULANG-Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Abdullah Mas’ud menilai penguatan keluarga menjadi salah satu kunci membangun masyarakat yang tangguh. Dalam konteks tersebut, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dinilai memiliki peran strategis karena berada dekat dengan keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Abdullah Mas'ud saat menghadiri pelantikan Pengurus Muslimat NU Ranting Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (5/10).
Menurut Abdullah, keluarga merupakan fondasi awal terbentuknya masyarakat yang kuat. Karena itu, penguatan keluarga tidak dapat dipisahkan dari peran perempuan, terutama ibu yang memiliki posisi penting dalam kehidupan keluarga.
“Kalau ingin NU kuat, kuatkan keluarganya. Kalau ingin keluarga kuat, kuatkan ibu-ibunya. Dan kalau ingin ibu-ibu Nahdliyin kuat, maka kuatkan Muslimat NU sampai ke tingkat ranting,” tegas Abdullah.
Ia menekankan, pelantikan pengurus Muslimat NU tidak seharusnya dimaknai hanya sebagai pergantian atau pengukuhan struktur organisasi. Momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk menjalankan amanah dan pengabdian yang lebih luas kepada jamaah.
Abdullah pun mendorong Muslimat NU Ranting Pondok Cabe Ilir memperluas ruang pengabdiannya. Kegiatan organisasi, menurut dia, tidak cukup hanya berkutat pada pengajian dan agenda keagamaan.
Muslimat NU juga diharapkan hadir dalam berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Sejumlah bidang yang dapat digarap antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, hingga pendampingan sosial.
“Jangan hanya menjadi pengurus yang namanya tercatat. Jadilah pengurus yang kehadirannya dirasakan. Jangan hanya membuat program, ciptakan manfaat,” pesannya.
Abdullah berharap Muslimat NU Ranting Pondok Cabe Ilir mampu menjadi ruang tumbuh bagi perempuan Nahdliyin untuk memperkuat keluarga sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan.
Ia juga menilai, keberadaan ranting memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Sebab, kekuatan NU tidak hanya ditentukan oleh struktur di tingkat atas, tetapi juga oleh aktivitas kader dan pengurus yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, pengabdian di tingkat ranting dapat menjadi fondasi untuk membangun organisasi yang lebih kuat. Semakin banyak kader yang aktif memberikan manfaat, semakin kuat pula hubungan NU dengan jamaah dan masyarakat.
“NU yang besar dibangun dari jutaan khidmah kecil yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah. Dari ranting inilah kekuatan NU sesungguhnya tumbuh,” tukasnya.
Abdullah juga mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk menerjemahkan kecintaan kepada Rasulullah melalui perilaku dan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengajak pengurus dan jamaah Muslimat NU menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Keteladanan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui kepedulian sederhana kepada orang-orang di sekitar.
"Maulid jangan berhenti pada mengenang kelahiran Rasulullah. Maulid harus hidup dalam kepedulian: ketika ada yang sakit kita datang, ketika ada yang kesulitan kita bantu, dan ketika ada keluarga yang membutuhkan kita rangkul,” ujarnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 20 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




