Nunggu Dibangun Permanen, Warga Bojong Bakal Bikin Jembatan Sementara
PANDEGLANG - Sambil menunggu adanya pembangunan secara permanen dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bareng warga Kecamatan Bojong bakal bikin jembatan sementara agar dapat melintas di jalan utama yang kondisinya saat ini putus digerus longsor.
Amblesnya jalan satu-satunya tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran aliran air irigasi persawahan. Akibatnya, air yang merembes ke bawah aspal membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut tidak kuat menahan volume air, hingga akhirnya ambruk dan membawa material jalan masuk ke aliran sungai kecil, yakni Sungai Ciandur di bawahnya.
Akibat terputusnya jalur vital ini, aktivitas pelayanan publik dan mobilitas masyarakat sempat lumpuh. Dampak signifikan juga dirasakan langsung oleh sektor pendidikan, khususnya para pelajar asal Desa Geredog yang menempuh pendidikan di SMKN 4 Pandeglang.
Waktu tempuh perjalanan mereka kini menjadi jauh lebih lama karena terpaksa harus memutar arah.
Camat Bojong, Furkon, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan darurat ini awalnya dijadwalkan berlangsung hari ini (Rabu, 7/10). Namun, agenda tersebut terpaksa diundur satu hari demi kelancaran program kedinasan lainnya.
“Tadinya mau dilaksanakan pada hari Rabu (hari ini). Namun karena ada agenda pemeriksaan tes urine para Kepala Desa (Kades) dan perangkat desa, maka gotong royong diundur ke hari Kamis, (8/10),” kata Furkon, Selasa (6/10).
Dia mengungkapkan, jembatan darurat yang akan dibangun secara swadaya tersebut, nantinya difokuskan agar minimal bisa memuat dan dilintasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Dengan kapasitas tersebut menurutnya, anak-anak sekolah, para pekerja, serta warga yang memerlukan pelayanan administrasi ke kantor kecamatan tetap dapat melintas dengan aman.
“Pembuatan jembatan sementera itu sembari menunggu perbaikan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang,”katanya.
Sementara itu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian dari Polsek Bojong bersama unsur kecamatan telah memasang police line atau garis polisi di sekitar lokasi kejadian.
Pihak berwenang juga terus mengimbau warga sekitar maupun pengendara yang melintas untuk tetap berhati-hati dan menjaga jarak aman. “Mengingat kondisi struktur tanah di sekitar tebing longsor, dikhawatirkan masih labil dan berpotensi memicu terjadinya longsor susulan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dampak tergerus longsor, akses jalan utama menuju kantor kecamatan tepatnya di Sawah Lega, Desa Geredug, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, putus total sepanjang 50 meter. Akibatnya, akses untuk beraktivitas warga harus memutar arah menuju wilayah Desa Sodong, Kecamatan Saketi.
Salah seorang warga, Basir mengungkapkan, putus totalnya akses jalan menuju Kecamatan Bojong tersebut akibat Tembok Penahan Tanah (TPT)-nya ambruk terhantam air.
“Kejadiannya itu kemarin subuh (Minggu, 4/10). Jadi TPT-nya ambruk tak kuat menahan air, akibatnya terjadi longsor hingga membuat akses jalan ke Kecamatan Bojong putus total,” kata Basri, Senin (5/10).
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 19 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




