Marquez Patahkan Kutukan Mandalika Marquez Patahkan Kutukan Mandalika
LOMBOK — Marc Marquez datang ke MotoGP Indonesia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Pembalap Ducati Lenovo itu bertekad menuntaskan balapan utama di Sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (11/10/2026).
Target tersebut menjadi penting karena Marquez belum pernah menyelesaikan balapan utama di Mandalika. Sirkuit sepanjang 4,3 kilometer itu seolah menjadi tantangan tersendiri bagi juara dunia tersebut.
“Sekarang mari kita lihat bagaimana keadaan motor saya di Indonesia. Tapi secara umum, sejak balapan di Aragón, saya merasa sangat nyaman dengan kondisi motor saya,” ujar Marquez, dikutip dari laman Ducati Lenovo, Senin (5/10/2026).
Musim lalu, Marquez bahkan gagal menyelesaikan balapan Mandalika setelah terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama. Kecelakaan tersebut membuatnya mengalami cedera pada bahu kanan dan kehilangan kekuatan di lengannya.
Meski sempat mengalami kendala fisik, Marquez mampu bangkit. Ia perlahan mengejar ketertinggalan pada awal musim dan kembali bersaing di papan atas klasemen.
Modal positif dibawa Marquez dari MotoGP Jepang. Di Motegi, ia menyapu bersih sprint race dan balapan utama setelah mengalahkan duo Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
“Saya benar-benar senang dengan 37 poin yang diraih akhir pekan ini, karena itulah tujuan utama. Itu adalah balapan yang sulit, terutama di putaran pertama di belakang Jorge (Martín),” kata Marquez.
Hasil tersebut membuat Marquez semakin dekat dengan puncak klasemen. Ia kini berada di posisi kedua dengan 331 poin, hanya terpaut dua angka dari Martin yang memimpin klasemen sementara.
Performa Marquez di Jepang juga mendapat pujian dari Manajer Ducati Lenovo Luigi Dall’Igna.
“Marc sangat luar biasa dan dalam balapan terakhir dia melakukan segalanya dengan benar, jadi selamat baginya dan seluruh tim,” ujar Luigi.
Kemenangan di Motegi sekaligus menjadi kemenangan ke-100 Grand Prix bagi Luigi selama menjabat sebagai manajer Ducati Lenovo. Francesco Bagnaia menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak di era Luigi, yakni 31 kemenangan, disusul Marquez dengan 20 kemenangan dan Andrea Dovizioso 14 kemenangan.
Namun, bagi Luigi, catatan pribadi bukanlah prioritas. Fokus utamanya adalah membawa Ducati meraih kemenangan.
Kini, tantangan berikutnya menanti di Mandalika. Dengan performa motor yang semakin kompetitif dan kepercayaan diri yang meningkat, Marquez punya peluang besar untuk mengakhiri kutukan Mandalika sekaligus merebut kembali puncak klasemen MotoGP 2026.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Olahraga | 16 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




