TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian Menteri Energi ASEAN

Oleh: Fazel MG
Editor: AY
Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:26 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

MANILA – Konflik berkepanjangan di Timur Tengah menjadi perhatian negara-negara ASEAN karena berpotensi mengganggu ketahanan energi kawasan.

Para menteri energi ASEAN membahas isu tersebut dalam 44th ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) di Manila, Filipina, 7–8 Oktober 2026. Pertemuan ini juga membahas kerja sama energi, transisi energi, serta perkembangan sektor energi regional dan global.


ASEAN dinilai cukup rentan terhadap gejolak energi karena masih bergantung pada impor. Sebelum konflik Iran, sekitar separuh kebutuhan minyak sejumlah negara ASEAN dipasok dari Timur Tengah.


Gangguan jalur perdagangan, terutama di sekitar Selat Hormuz, berisiko mendorong kenaikan harga dan mengganggu pasokan energi. Dampaknya dapat merembet ke biaya transportasi, industri, hingga harga barang dan jasa.


International Energy Agency (IEA) memperkirakan permintaan listrik Asia Tenggara tumbuh rata-rata 5,4 persen per tahun pada 2026–2030.

 Pertumbuhan ini didorong industrialisasi, urbanisasi, pusat data, serta meningkatnya kebutuhan pendingin ruangan.


Di tengah permintaan yang terus naik, produksi minyak Asia Tenggara justru telah turun sekitar 40 persen dibandingkan puncaknya pada 1990-an.


Karena itu, ASEAN mendorong diversifikasi sumber energi, pengembangan ASEAN Power Grid, percepatan energi terbarukan dan kendaraan listrik, serta penguatan mekanisme ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security (APSA).


Pertemuan di Manila diharapkan memperkuat koordinasi negara-negara ASEAN dalam menghadapi gejolak energi global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Pertajam Dampak Konflik terhadap ASEAN
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit