Trump Desak Ukraina Ganti Presiden, Zelenskyy Tolak Tekanan AS
AS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Ukraina memiliki pemimpin baru setelah menilai Volodymyr Zelenskyy gagal mencapai kesepakatan damai dengan Rusia.
Pernyataan ini memperlebar ketegangan Washington dan Kyiv di tengah perbedaan strategi mengakhiri perang.
Berbicara di Gedung Putih pada 10 Oktober 2026, Trump menyebut Ukraina membutuhkan pemimpin yang mampu bernegosiasi dengan Moskow. Ia juga meminta Zelenskyy menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia karena dinilai mengganggu pasokan bahan bakar global, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menolak desakan tersebut. Melalui platform X pada 11 Oktober, ia menegaskan bahwa rakyat Ukraina berhak menentukan pemimpinnya sendiri.
Ketegangan turut dipicu kesepakatan pasokan diesel antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Zelenskyy menilai tambahan pendapatan energi dapat membantu Moskow membiayai perang. Ia juga mengaitkan pelonggaran sanksi ekspor diesel dengan serangan Rusia di Zaporizhzhia pada 10 Oktober, meski hubungan langsung keduanya belum terbukti.
Di sisi lain, Ukraina belum menggelar pemilu nasional sejak invasi besar-besaran Rusia pada 2022 karena pemberlakuan darurat militer. Kondisi ini membuat desakan pergantian presiden menghadapi kendala hukum dan keamanan.
Ukraina kini berada dalam posisi sulit. Kyiv masih membutuhkan dukungan Washington untuk menghadapi Rusia, tetapi perbedaan sikap soal sanksi, serangan terhadap fasilitas energi, dan jalan menuju perdamaian kian menguji hubungan kedua negara.
Kesehatan | 2 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



