TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Situasi Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah di Saudi Diminta Batasi Aktivitas

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Jamash Umroh. Foto : Ist
Jamash Umroh. Foto : Ist

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, meningkatkan kewaspadaan menyusul dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.


Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengimbau WNI tetap tenang, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti informasi resmi. Mereka juga diminta menghindari lokasi yang berpotensi rawan serta membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah yang terdampak situasi keamanan.


“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ichsan di Jakarta, Minggu (11/10/2026).


Ichsan mengingatkan WNI agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, apalagi menyebarkannya hingga memicu keresahan. Informasi dari sumber resmi harus menjadi acuan dalam menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi.


Bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, dan mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat.


PPIU juga diminta memastikan kondisi jemaah tetap terpantau serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala, khususnya jika terjadi perubahan situasi yang berpotensi memengaruhi aktivitas dan perjalanan jemaah.


Sementara itu, jemaah yang belum berangkat ke Arab Saudi diimbau terus memantau perkembangan situasi dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Koordinasi dengan PPIU diperlukan untuk mengetahui kepastian jadwal, status penerbangan, serta kesiapan perjalanan.


“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.


Kemenhaj juga meminta WNI memantau informasi dan arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.


Kemenhaj menegaskan, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap arahan otoritas menjadi hal penting selama situasi keamanan di Timur Tengah masih berkembang. WNI, khususnya jemaah umrah, diminta mengutamakan keselamatan dan menghindari aktivitas maupun lokasi yang berpotensi membahayakan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit