TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

I.League Kecam Kekerasan, Suporter Diminta Jaga Sportivitas

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:57 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – I.League mengingatkan seluruh suporter sepak bola Indonesia agar menjaga sportivitas dan tidak mencederai momentum kebangkitan sepak bola nasional dengan aksi kekerasan.


Peringatan ini menyusul dugaan penyerangan terhadap rombongan Persib Bandung U18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Insiden tersebut dilaporkan melibatkan kekerasan fisik terhadap personel media Persib, perusakan bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib, hingga dugaan penjarahan barang milik ofisial dan pemain U18.


Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa kesempatan bagi suporter tim tamu untuk kembali menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion harus diiringi tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban, baik di dalam maupun di luar stadion.


“Kepercayaan yang telah diberikan untuk kembali menghadirkan suporter tim tamu harus kita jaga bersama.

Ketertiban dan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab saat berada di dalam stadion, tetapi juga sepanjang perjalanan, di jalan raya, maupun di tempat-tempat umum yang dilalui suporter,” ujar Ferry.


Menurut Ferry, rivalitas antarklub seharusnya tetap dilandasi rasa saling menghormati. Terlebih, sepak bola Indonesia tengah berada dalam momentum positif setelah Timnas Indonesia senior menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, diikuti perkembangan sepak bola putri dan meningkatnya perhatian dunia internasional terhadap sepak bola nasional.


Karena itu, I.League mengecam keras segala bentuk kekerasan dan tindakan yang mengarah pada tindak kriminal. Aparat penegak hukum juga didorong mengusut tuntas insiden di Batang, mengungkap fakta secara objektif, serta memproses pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum.


Selain penegakan hukum, I.League menaruh perhatian pada keselamatan dan kondisi psikologis para pemain muda EPA Persib yang terdampak insiden tersebut. Mereka harus mendapatkan perlindungan agar tidak mengalami ketakutan maupun trauma yang dapat mengganggu perkembangan mereka sebagai pesepak bola.


“Sepak bola seharusnya menjadi ruang yang aman bagi semua orang, termasuk para pemain muda yang sedang meniti perjalanan dan mengembangkan potensinya. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali, apalagi sampai meninggalkan trauma bagi generasi penerus sepak bola Indonesia,” tegas Ferry.


I.League pun mengajak klub, kelompok suporter, dan seluruh elemen sepak bola untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik. Sikap tertib, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum harus menjadi bagian dari budaya suporter.


Dukungan kepada klub kebanggaan semestinya menjadi energi positif bagi sepak bola Indonesia, bukan justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan orang lain.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit