TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Ledakan Keras Guncang Pasar Cimanggis

Telan Korban, Sejumlah Ruko dan Lapak Pedagang Hancur

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:46 WIB
Proses evakuasi korban ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Rabu (14/10).(tangselpos/rachman)
Proses evakuasi korban ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Rabu (14/10).(tangselpos/rachman)

CIPUTAT — Dentuman keras memecah suasana malam di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Rabu (14/10) sekitar pukul 18.30 WIB. Suara menggelegar sesaat setelah Magrib itu sontak membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Dalam sekejap, sejumlah bangunan di sekitar lokasi porak-poranda. Dinding dan atap sejumlah ruko rusak, lapak pedagang hancur, sementara puing-puing berserakan di sekitar titik ledakan.

 

Kepanikan menyelimuti kawasan pasar yang biasanya ramai dengan aktivitas warga. Sejumlah orang bergegas menjauh dari lokasi setelah mendengar dentuman yang oleh saksi mata digambarkan menyerupai suara bom. Kerusakan yang ditimbulkan pun tidak hanya terjadi pada bangunan yang diduga menjadi titik ledakan, tetapi juga merembet ke sejumlah ruko di sekitarnya.

 

Hingga Rabu malam, polisi bersama petugas gabungan masih berjibaku melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi. Area terdampak telah disterilkan dan dipasangi garis polisi. Sementara itu, informasi awal menyebutkan terdapat korban meninggal dunia dan korban luka-luka.

 

Ali, warga yang bekerja sebagai pemotong ayam dan tinggal di kawasan Pasar Cimanggis, mengaku terkejut saat mendengar suara ledakan. Ketika kejadian berlangsung, dia sedang beristirahat setelah mandi di sebuah gedung yang berada di sebelah lokasi.

 

"Saya kaget banget. Saya tadi lagi istirahat habis mandi. Lalu tiba-tiba kedengeran kenceng banget," ujarnya.

 

Ali menyebut ledakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Suaranya begitu keras hingga dia sempat mengira telah terjadi gempa bumi. Khawatir terjadi guncangan susulan, dia langsung bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.

 

"Saya cepat-cepat lari karena takut susulan. Ternyata sampai di bawah, orang udah ramai. Larinya ke sini, saya ikut lari," tuturnya.

 

Saat tiba di sekitar lokasi, Ali mendapati kondisi bangunan dan lapak pedagang sudah berantakan. Getaran akibat ledakan disebutnya cukup kuat hingga merusak bagian bangunan yang berada di sekitar titik kejadian.

 

"Semua belakang sana juga sampai berantakan semua. Papan-papan pedagang hancur," ungkapnya.

 

Di tengah situasi tersebut, Ali mengaku melihat tiga orang menjadi korban. Namun, dia belum mengetahui secara pasti kondisi mereka maupun jumlah keseluruhan korban akibat peristiwa itu yang diguga berjumlah lebih dari itu. 

 

Saksi lainnya, Ajit, juga mengaku terkejut dengan kerasnya ledakan. Saat kejadian, dia sedang duduk di atas sepeda motor di sekitar lokasi. Awalnya, dia mengira suara keras tersebut berasal dari ban kendaraan yang meletus.

 

Namun, setelah menoleh ke arah sumber suara, dia justru mendapati sejumlah bangunan telah hancur. Kondisi di sekitar lokasi juga membuat akses jalan tidak dapat dilalui seperti biasa.

 

"Suaranya kayak bom, kencang. Saya lagi parkir, tiba-tiba suara. Saya kira awalnya ban mobil. Begitu saya lihat ke arah belakang, hancur semua itu sampai tidak bisa lewat," katanya.

 

Ajit menuturkan, dampak ledakan cukup luas. Bahkan, sebuah mobil dilaporkan terguling di depan salah satu ruko. Material bangunan berhamburan, sementara sejumlah orang terlihat tergeletak setelah kejadian.

 

Menurut dia, ledakan diduga berasal dari sebuah ruko yang disebut berkaitan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan penyebab ledakan masih belum diketahui.

 

Ajit juga bersyukur karena sejumlah pekerja di toko perlengkapan kebugaran yang berada di sekitar lokasi telah keluar sebelum kejadian. Dia membayangkan dampak yang mungkin lebih parah apabila para pekerja masih berada di dalam bangunan saat ledakan terjadi.

 

"Ini untung pegawai perlengkapan fitnes sudah pada keluar. Coba masih lembur, bisa ketiban semua," ujarnya.

 

Dia menambahkan, saat kejadian tidak terlihat kobaran api di lokasi. Meski begitu, kerusakan yang ditimbulkan menunjukkan kuatnya dampak ledakan terhadap bangunan di sekitarnya.

 

Informasi mengenai jumlah korban masih simpang siur. Berdasarkan data terakhir yang diterima redaksi Tangsel Pos, terdapat delapan orang yang dilaporkan menjadi korban, termasuk korban luka. Informasi awal juga menyebutkan adanya korban meninggal dunia. Namun, jumlah pasti korban meninggal dan luka-luka belum dapat dipastikan karena masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

 

Sementara itu, polisi dan petugas gabungan terus melakukan penanganan di lokasi. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan pada bagian dinding hingga atap. Puing-puing yang berserakan serta kondisi bangunan yang terdampak membuat area tersebut masih berbahaya untuk didekati.

 

Garis polisi telah dipasang untuk membatasi akses masyarakat. Meski demikian, sejumlah warga masih bertahan di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi. Petugas berulang kali mengingatkan warga agar menjauh demi keselamatan, mengingat sejumlah ruko yang terdampak merupakan bangunan tua dan dikhawatirkan masih berisiko mengalami keruntuhan.

 

Hingga berita ini ditulis, penyebab ledakan belum diketahui secara pasti. Petugas masih melakukan penanganan dan pendataan korban di lokasi kejadian.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit