Disperindag Tangsel Ajak Puluhan IKM Promosi Produk di TEI 2026
TANGERANG — Puluhan produk industri kecil dan menengah (IKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipromosikan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang. Keikutsertaan ini tak sekadar mengejar penjualan, tetapi juga membuka peluang ekspor dan membangun kemitraan bisnis jangka panjang dengan pembeli dari berbagai negara.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel memanfaatkan pameran perdagangan internasional tersebut untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon pembeli, distributor, serta mitra dagang potensial. Pemkot Tangsel menyediakan tiga stan untuk memasarkan produk-produk unggulan yang telah melalui proses kurasi dan dinilai memiliki potensi menembus pasar ekspor.
Kepala Disperindag Kota Tangsel, Mochamad Hardi mengatakan, keikutsertaan IKM dalam TEI harus dimanfaatkan untuk membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan, bukan hanya melakukan transaksi sesaat.
“Keikutsertaan IKM Tangerang Selatan dalam Trade Expo Indonesia bukan sekadar untuk melakukan transaksi jual putus, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun kemitraan bisnis jangka panjang dengan buyer, distributor, dan mitra dagang potensial, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya, Kamis (15/10).
Menurut Hardi, pameran ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan kualitas produk sekaligus memahami kebutuhan pasar internasional. Dengan begitu, mereka dapat mempersiapkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas apabila mendapat pesanan dalam jumlah besar.
Dia menjelaskan, Pemkot Tangsel tidak sembarangan memilih peserta. Produk yang ditampilkan harus melalui proses kurasi menggunakan aplikasi Rumah Kurasi yang dimiliki pemerintah daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar yang dibutuhkan calon pembeli, sekaligus meminimalkan potensi persoalan ketika kerja sama bisnis mulai berjalan.
“Jangan hanya berorientasi pada penjualan hari ini, tetapi bangun peluang bisnis untuk masa depan. Manfaatkan setiap pertemuan dengan calon buyer untuk membangun kepercayaan, memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, dan memastikan kesiapan produksi agar mampu memenuhi permintaan dalam skala besar,” katanya.
Hardi menyebutkan, terdapat sekitar 50 hingga 60 pelaku usaha yang berpartisipasi dalam TEI. Produk yang dibawa cukup beragam, mulai dari makanan dan minuman, herbal, fesyen berbahan batik dan tenun, kerajinan tangan, hingga produk berbasis teknologi.
Sejumlah produk yang diperkenalkan di antaranya sirup, bubuk minuman dan saus, aneka makanan ringan, bumbu masakan, rempah-rempah, sabun berbahan alami, serta beragam pakaian dan kain batik. Produk teknologi seperti lampu dan drone untuk sektor pertanian juga menjadi bagian dari potensi yang dijajaki untuk pasar internasional.

Selain memasarkan produk di stan pameran, Disperindag Tangsel aktif memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dengan calon pembeli dari luar negeri. Sebelum agenda TEI, Pemkot Tangsel telah mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dari Laos dan Timor Leste.
Hardi mengatakan, penjajakan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses pasar sekaligus mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan skala bisnisnya.
Menurutnya, kesiapan produksi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika IKM mulai membidik pasar ekspor. Pesanan dari luar negeri bisa membutuhkan volume besar sehingga pelaku usaha harus mampu menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan.
“Karena kalau kirim ke luar negeri itu ada kontainernya. Mereka harus siap dengan ukuran yang besar dan harus siap dengan persyaratan-persyaratan,” jelasnya.
Dia menambahkan, komunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri juga semakin mudah berkat dukungan teknologi. Pemkot Tangsel bahkan telah memanfaatkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu komunikasi lintas bahasa, termasuk menerjemahkan percakapan dari bahasa Indonesia ke bahasa Prancis dan sebaliknya.
Dengan dukungan tersebut, penjajakan kerja sama diharapkan dapat berlanjut hingga tahap kesepakatan bisnis dan transaksi ekspor.
Meski demikian, Hardi belum menetapkan target nilai transaksi dari keikutsertaan Tangsel dalam TEI. Sebab, pameran masih berlangsung hingga Minggu (18/10), sementara peluang pertemuan lanjutan dengan calon pembeli masih terbuka.
Dia berharap, keikutsertaan dalam pameran internasional ini dapat menjadi pijakan bagi IKM Tangsel untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha. Pelaku usaha yang berhasil berkembang juga diharapkan dapat membina usaha lain sehingga semakin banyak produk lokal yang siap bersaing di pasar global.
“TEI bukan sekadar tempat menjual produk, melainkan pintu masuk menuju pasar global dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan bagi IKM Tangerang Selatan,” tandasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




