TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Polisi Temukan Tabung Etilen 52 Kg & Pisang Mentah

Olah TKP Ledakan Di Pasar Cimanggis

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:15 WIB
LEDAKAN. Polisi sebut sumber ledakan dari ruko gudang buah.
LEDAKAN. Polisi sebut sumber ledakan dari ruko gudang buah.

CIPUTAT-Polisi memastikan ledakan keras di Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat pada Rabu (14/10) malam bukan berasal dari bom. Diduga ledakan bersumber dari tabung etilen berkapasitas 52 kilogram. 

 

 Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP,) petugas menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram yang lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah di gudang buah Pasar Cimanggis.

 

 Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, hasil pemeriksaan awal tim penjinak bom Polri dan penyidik memastikan ledakan tersebut bukan akibat bom. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.

 

 Berdasarkan pendataan sementara, insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka. Petugas masih melakukan pendataan serta memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di lokasi kejadian.

 

 “Dan hasil olah TKP dengan jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ini bukan bom, ini adalah ledakan yang saat ini masih dialami,” ujar Susatyo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Kamis (15/10).

 

 Susatyo menjelaskan, bahwa dalam pemeriksaan awal ini, petugas menemukan sejumlah tabung di sekitar lokasi, termasuk tabung etilen berkapasitas 52 kilogram. Gas tersebut biasa digunakan untuk mempercepat pematangan buah, salah satunya pisang yang masih mentah.

 

 “Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah,” jelasnya.

 

 Dari hasil pengamatan di lokasi, tumpukan pisang dalam kondisi mentah juga ditemukan di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Berdasarkan keterangan awal saksi di lingkungan sekitar, sebelum kejadian terdapat aktivitas pengepakan buah-buahan untuk dipasok ke sejumlah pasar.

 

 Terkait informasi yang menyebut gudang tersebut merupakan pemasok ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), Susatyo belum memberikan kepastian. Polisi masih mendalami aktivitas di lokasi dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap penyebab ledakan.

 

 "Yang jelas di sana ada tabung gas etilen dan ada tumpukan-tumpukan buah-buah pisang yang masih mentah ya, pisang masih mentah,” katanya.

 

 Dahsyatnya ledakan juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat sekitar empat blok ruko berlantai dua yang terdampak.

 

 Polisi mendata para korban untuk memastikan identitas serta aktivitas mereka saat kejadian. Sebagian korban diketahui merupakan pekerja, sementara korban lainnya ditemukan berada di depan ruko.

 

 “Ada sebagian pekerja karena juga ditemukan juga korban yang berada di depan ruko. Nanti untuk data dan sebagainya nanti akan kami update lagi,” ungkap Susatyo.

 

 Untuk kepentingan penyelidikan, polisi menutup lokasi kejadian dan menetapkan area tersebut sebagai status quo agar masyarakat tidak melintas. Olah TKP lanjutan dijadwalkan dilakukan setelah kondisi penerangan memungkinkan pemeriksaan lebih menyeluruh.

 

 Polisi juga akan memeriksa lima orang saksi. Penyelidikan masih akan terus dilakukan guna memastikan penyebab ledakan yang menghancurkan sejumlah bangunan tersebut.

 

 “Namun demikian, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk kepolisian melakukan olah TKP lebih lanjut,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit