TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Sekolah Rakyat Buka Jalan bagi 44 Ribu Anak Raih Pendidikan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:46 WIB
Foto ; Ist
Foto ; Ist

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah menjangkau lebih dari 44.000 anak melalui 182 lokasi di 34 provinsi. Program ini menjadi upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah atau terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan.


Untuk memperkenalkan program tersebut kepada masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar open house Sekolah Rakyat secara serentak di 182 lokasi pada Sabtu (17/10/2026).


Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membuka kegiatan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat. Pembukaan dilakukan secara luring dan daring dengan melibatkan seluruh lokasi penyelenggaraan.


Gus Ipul mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan pelaksanaan Sekolah Rakyat sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang membutuhkan.


Dia juga menyebut pelaksanaan open house bertepatan dengan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto yang ke-75. Gus Ipul pun mengajak seluruh peserta mendoakan kepala negara agar senantiasa sehat dan sukses memimpin Indonesia.


Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga yang paling rentan agar memiliki kesempatan memperbaiki masa depan melalui pendidikan.
Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada 7 Juni 2026, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan nasional harus memastikan seluruh masyarakat dapat hidup layak.

 Pendidikan, menurut dia, menjadi salah satu bidang penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.


Pemerintah juga menghadirkan Sekolah Rakyat dengan sistem berasrama. Fasilitas yang disediakan mencakup ruang belajar, tempat tinggal, makanan bergizi, komputer, tenaga pengajar, serta lingkungan yang aman bagi para siswa.


Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, 14 Agustus 2026, Prabowo menegaskan bahwa kemiskinan yang dialami orang tua tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.


“Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin,” kata Prabowo.


Program ini juga membuka peluang bagi anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan. Prabowo mencontohkan Muhammad Rizky Pratama, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan, yang pernah putus sekolah dan harus membantu menjual ikan.


Kisah serupa dialami Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Citra nyaris berhenti sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang setelah ayahnya meninggal dunia. Ibunya merupakan penyandang disabilitas.


Selain memperluas akses pendidikan, Sekolah Rakyat juga menunjukkan potensi prestasi para siswanya. Prabowo mengungkapkan, tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 pada bidang matematika, biologi, bahasa Indonesia, sejarah, dan sosiologi.


Menurut Prabowo, capaian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki peluang meraih prestasi tinggi apabila memperoleh fasilitas, pendampingan, dan kesempatan belajar yang memadai.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit