TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kepala BKN Tantang Kepala Dindikbud Kota Serang Bersihkan Toilet Sekolah Hingga Desember 2026

Jika Berhasil Diberikan Reward Kenaikan Pangkat

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Senin, 19 Oktober 2026 | 19:36 WIB
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan pengarahan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Serang, di Hotel Horison, Serang Senin (19/10/2026).(Ari Supriadi-tangselpos.id.)
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan pengarahan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Serang, di Hotel Horison, Serang Senin (19/10/2026).(Ari Supriadi-tangselpos.id.)

SERANG - Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan tantangan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Zeka Bachdi untuk bisa membuat seluruh toilet sekolah yang menjadi tanggung jawabnya bisa bersih dan sehat. Prof. Zudan memberikan deadline tantangan tersebut hingga 31 Desember 2026 dan akan diberikan reward berupa kenaikan pangkat.

 

“Tolong Pak Kadisdik Kota Serang data toilet sekolah yang tidak bersih. Saya harap seluruh toilet sekolah bisa bersih hingga 31 Desember 2026,” ujar Zudan, saat memberikan pengarahan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Serang, di Hotel Horison, Serang Senin (19/10/2026).

 

Dirinya meyakini, Kepala Dindikbud tidak bisa bekerja sendirian untuk menyelesaikan toilet sendiri dan tentunya hari ini konsepnya adalah melakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dan juga masyarakat. Dirinya meminta Kepala OPD lain seperti Dinas Kesehatan untuk membantu Dindikbud dalam menyelesaikan masalah toilet. “Jika 31 Desember semua toilet bersih saya berikan kenaikan pangkat kepada Kadisdik,” kata Zudan, disambut tepuk tangan hadirin.

 

Dirinya mengaku, dalam bekerja lebih senang memberikan penghargaan dari pada memberikan sanksi kepada para ASN. Di sejumlah daerah, ia banyak menemukan ASN yang memberikan inspirasi dan juga berdampak terhadap masyarakat. Seperti contoh bidang Dona (46) yang nekat menyebrangi Sungai Batang Pasaman di Kanagarian Cubadak Barat, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat.

Menurutnya, aksi bidan Dona merupakan contoh bentuk dedikasi yang tinggi terhadap profesi ASN yang benar-benar melayani masyarakat.

 

“Pas saya bertemu dengan bidan Dona, saya tanya kenapa nekat menyebrangi sungai. Jawabnya ‘saya khawatir nyawa ibu yang sedang hamil dan juga anak yang dikandungnya’, ini sangat luar biasa dan patut menjadi contoh bagi kita semua. Kalau kita bawa mobil lewat sungai dan meluap pasti balik lagi, ini tidak bidan Dona nekat menyebranginya,” terang Zudan, sambil menayangkan tangkapan layar berita media daring perjuangan bidan Dona.

 

Ia berharap, para ASN bisa menjadi contoh dan juga berdampak terhadap masyarakat. Selain itu penting juga bagi ASN untuk bisa membuat inovasi yang bisa menjadi solusi atas permasalahan masyarakat. Namun juga inovasi itu tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi, tetapi dari berkurangnya keluhan warga.

 

Sementara, Kepala Dindikbud Kota Serang, Zeka mengaku, siap untuk melaksanakan instruksi terkait penyediaan toilet bersih. “Siap Bapak. Kita punya data toilet yang bersih itu sekitar 70 persen dan sisa 30 persen yang belum bersih. Setiap minggu kita lakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah,” kata Zeka.

 

Usai acara, Zeka menambahkan, jikamenjaga kebersihan dan fasilitas sarana prasarana sekolah bukanlah sekadar tantangan, melainkan sebuah kewajiban bersama. Menurutnya, Dindikbud dan sekolah memiliki tanggung jawab lebih untuk memastikan bahwa fasilitas serta sarana prasarana di lingkungan sekolah senantiasa bersih.  

 

“Tantangan tersebut kami ambil dan kami siap untuk melaksanakannya. Insyaallah, dalam waktu dua bulan ke depan, kami akan memantau seluruh sekolah serta memberlakukan sistem barcode bagi siswa. Melalui barcode ini, siswa dapat langsung mengeluhkan kondisi sekolah mereka khususnya apabila ada toilet yang bermasalah,” terangnya.

 

Penerapan dan Kesadaran Kebersihan

 

Kata dia, program pembersihan ini akan melibatkan seluruh pihak secara menyeluruh. Bersih adalah tentang kesadaran, bukan sekadar kewajiban pihak tertentu yang harus bertanggung jawab. “Seperti yang telah disampaikan oleh Prof. Yudan, kebersihan harus tertanam di dalam jiwa sebagai bagian dari kewajiban kita,” sambungnya.

 

Dikatakan Zeka, program ini berjalan bukan hanya dilakukan saat ada tantangan tetapi merupakan program berkelanjutan yang harus dimulai dari diri sendiri. Di Kota Serang, terdapat 37 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 223 Sekolah Dasar (SD), 29 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sekitar 70 persen toiletnya dalam kondisi bersih. “Sisa 30 persen toilet yang belum bersih, Insyallah bisa kita kejar hingga akhir tahun. Semunya bisa bersih,” janjinya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit