TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Keberangkatan Dimulai 11 April 2027

Reporter & Editor : AY
Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menetapkan jadwal penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada 10 April 2027, sehari sebelum pemberangkatan gelombang pertama menuju Madinah.


Jadwal tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 pada 29 September 2026. Ketetapan ini menjadi acuan pelaksanaan seluruh tahapan ibadah haji, mulai dari keberangkatan, puncak ibadah di Arafah, hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air.


Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan kepastian jadwal diperlukan agar seluruh proses penyelenggaraan haji dapat dipersiapkan secara terkoordinasi.


“Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jemaah, sehingga setiap tahapan dapat berjalan tertib,” ujar Teguh di Jakarta, Selasa (20/10/2026).


Keberangkatan dan Puncak Haji
Operasional pemberangkatan jemaah berlangsung selama 30 hari dalam dua gelombang. Gelombang pertama menuju Madinah dimulai pada 11 April hingga 25 April 2027. Sementara itu, gelombang kedua menuju Jeddah berlangsung pada 26 April hingga 10 Mei 2027.


Memasuki rangkaian puncak ibadah haji, jemaah dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 14 Mei 2027. Wukuf di Arafah berlangsung pada 15 Mei, dilanjutkan Idul Adha pada 16 Mei serta hari Tasyrik pada 17–19 Mei 2027.


Pemulangan Dimulai 21 Mei
Proses pemulangan jemaah juga dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dari Makkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, menuju Indonesia dimulai pada 21 Mei 2027 dan berlangsung hingga 4 Juni 2027.


Selanjutnya, pemulangan gelombang kedua dari Madinah melalui Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz dimulai pada 5 Juni dan berakhir pada 20 Juni 2027.


Dengan jadwal tersebut, masa operasional pemulangan berlangsung selama 30 hari. Rata-rata masa tinggal jemaah di Arab Saudi diperkirakan mencapai 38–40 hari.


Teguh menegaskan, penetapan jadwal harus diikuti kesiapan seluruh unsur penyelenggara, termasuk layanan di embarkasi, mobilisasi jemaah, serta proses keberangkatan dan kepulangan.


“Yang perlu dipastikan bukan hanya jadwalnya tersedia, tetapi seluruh unsur penyelenggara memahami tahapan dan tanggung jawabnya. Setiap proses harus dipersiapkan dengan cermat karena menyangkut perjalanan ibadah dan keselamatan jemaah,” katanya.


Penyusunan jadwal haji 2027 mengacu pada kalender Ummul Quro Arab Saudi. Jika terdapat perubahan tanggal Hijriah atau jadwal penyelenggaraan dari pemerintah Arab Saudi yang berdampak pada rencana perjalanan, penyesuaian akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.


Jadwal ini diharapkan menjadi pedoman bagi Kemenhaj dan seluruh pihak terkait untuk memastikan pelayanan jemaah berjalan tertib sejak keberangkatan dari Indonesia hingga kembali ke Tanah Air.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit