PITS Ambil Alih Pengelolaan Air Bersih Di Serpong Lagoon
Atasi Wabah Muntaber & Diare
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pengalihan pengelolaan air bersih di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, kepada Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS). Hal ini menjadi solusi supaya kasus mewabahnya muntaber dan diare di Perumahan tersebut tak terulang kembali.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pembahasan teknis penanganan air bersih untuk warga Serpong Lagoon telah dilakukan bersama pihak terkait di Kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Serpong, Rabu (21/10).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan warga dan pihak pengelola Serpong Lagoon pada pekan lalu, serta rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Tangsel.
"Kita sudah pada tahap diskusi terkait teknis, ya, masalah penanganan penyediaan air bersih di lingkungan warga di Serpong Lagoon, yang di mana sebelumnya pengelolaan air ini dilakukan oleh pihak perusahaan, seperti itu ya," ujar Pilar.
Dia menjelaskan, persoalan kualitas air di kawasan tersebut telah berdampak terhadap kesehatan warga. Hingga saat ini, tercatat sekitar 176 warga mengalami diare dan muntaber yang diduga berkaitan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air yang dikonsumsi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel masih melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan kondisi kualitas air. Berdasarkan hasil pengecekan, kadar pencemaran masih tinggi sehingga diperlukan penanganan menyeluruh terhadap sumber air maupun instalasi perpipaan.
"Jadi, masih tinggi, jadi bisa jadi dari sistemnya atau sumbernya atau pada saat pemipaannya ini ada kebocoran atau seperti apa, nah ini yang harus dilakukan apa namanya? Pembongkaran instalasi, perbaikan secara permanen," jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Pilar menyarankan warga tidak lagi menggunakan sumber air yang selama ini dikelola pihak perusahaan. Langkah ini diperlukan untuk menghindari risiko kesehatan selama proses perbaikan dan penanganan berlangsung.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Tangsel mendorong Perseroda PITS mengambil alih pengelolaan air bersih di kawasan Serpong Lagoon. Rencana tersebut mulai menemukan titik temu setelah Perseroda PITS dan pihak pengelola perumahan melakukan komunikasi.
"Nah, tapi tadi juga dari Perseroda PITS sudah menyampaikan, sudah ada pertemuan. Saya waktu kemarin sudah mendorong pertemuan dengan Perseroda PITS dan Alhamdulillah sudah ada, mulai ada titik temu," ungkap Pilar.
Dalam skema yang tengah dibahas, pasokan air bersih direncanakan menggunakan jaringan perpipaan yang terhubung dengan sistem distribusi PT Tirta Kerta Raharja (TKR). Perusahaan tersebut selama ini telah bekerja sama dengan Perseroda PITS dalam penyaluran air ke sejumlah kawasan perumahan.
Melalui skema itu, standar kualitas air yang didistribusikan kepada warga diharapkan dapat lebih terjamin. Pengalihan pengelolaan juga diharapkan menjadi solusi permanen sehingga warga tidak lagi bergantung pada instalasi yang selama ini bermasalah.
Pilar menyebut, nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara pihak-pihak terkait berpeluang segera direalisasikan. Namun, pembahasan masih berlanjut, terutama mengenai skema investasi untuk mendukung penyediaan jaringan air bersih tersebut.
"Dan pihak Serpong Lagoon juga sudah berkomunikasi dan insyaallah dalam waktu dekat ada titik temu dan segera melakukan MoU, kurang lebih seperti itu. Tinggal nanti bicara skema investasinya seperti apa," tuturnya.
Sembari menunggu solusi permanen terealisasi, Pemkot Tangsel telah menyalurkan 20.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Pemerintah daerah juga memastikan air yang diberikan kepada masyarakat diperiksa terlebih dahulu oleh Dinkes dan DLH agar memenuhi standar kualitas untuk konsumsi.
Meski turut memberikan bantuan, Pilar menegaskan tanggung jawab penyediaan air bersih sementara tetap berada pada pihak perusahaan yang selama ini mengelola dan menjual air kepada warga.
"Nah, itu tetap mereka bertanggung jawab untuk memberikan air bersih sementara, tapi tetap baku mutunya kita lakukan tes dari Dinas Kesehatan dan LH supaya yang diberikan kepada warga ini sesuai dengan mutu konsumsi, seperti itu," pungkasnya.(rmn)
Pendidikan | 2 hari yang lalu
TangselCity | 22 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Otomotif | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




