TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Iran Klaim Serang 7 Tanker di Hormuz

Reporter & Editor : AY
Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:37 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

TEHERAN – Iran mengklaim tujuh kapal tanker minyak terbakar atau rusak di Selat Hormuz pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis. Kapal-kapal tersebut disebut menjadi sasaran serangan Iran atau mengalami kerusakan akibat ranjau laut. Namun, laporan itu belum dapat diverifikasi secara independen oleh Associated Press (AP).


Mengutip Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), televisi pemerintah Iran juga memperingatkan akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan jika Washington terus membantu kapal-kapal dagang melintasi Selat Hormuz.


Tidak ada laporan mengenai korban dalam pemberitaan tersebut. Teheran tetap mengklaim menguasai jalur pelayaran strategis itu, yang menjadi salah satu alat tawar Iran dalam perundingan dengan AS.


Ketegangan meningkat di tengah kekhawatiran akan berlanjutnya perang Iran dengan AS dan Israel. Pemilu Israel pada 27 Oktober mendatang berpotensi memengaruhi posisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sementara AS akan menggelar pemilu paruh waktu bulan depan di tengah tekanan akibat kenaikan harga yang dipicu perang.


Danny Citrinowicz, peneliti Institute for National Security Studies Israel yang pernah menangani isu Iran di lingkungan militer dan intelijen, menilai Netanyahu berpotensi kembali menyerang Iran jika meraih kemenangan meyakinkan dalam pemilu.


Menurut Citrinowicz, Israel berisiko memasuki babak baru konflik tanpa strategi yang diperbarui. Ia memperkirakan kawasan tersebut bergerak menuju eskalasi bersenjata berikutnya.


Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), lembaga pemantau keamanan pelayaran militer Inggris, mencatat laporan serangan terhadap kapal dagang sepanjang Oktober mencapai tingkat tertinggi sejak Maret, ketika perang masih berada pada pekan-pekan awal.


UKMTO belum menerima laporan terkait serangan terbaru yang diklaim Iran. Namun, lembaga tersebut mencatat sejumlah perusahaan pelayaran belakangan semakin enggan melaporkan insiden yang mereka alami.


Di tengah ancaman terhadap jalur pelayaran, negara-negara produsen minyak disebut masih berupaya menjaga pasokan minyak mentah tetap mengalir. Upaya itu harus dibayar dengan biaya operasional yang terus meningkat.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit