Ditegaskan Jokowi Usai Tinjau Harga Pangan
Ingat, Gas Melon Buat Warga Kurang Mampu
MALANG - Pemerintah mengingatkan penyaluran barang bersubsidi LPG (Liquefied Petroleum Gas) 3 kilogram (kg) hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Kebijakan ini harus dipastikan tepat sasaran.
Hal itu dikatakan Presiden Jokowi saat ditemui wartawan usai meninjau harga pangan di Pasar Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kemarin. LPG 3 kg ini menjadi komoditas yang diperebutkan, sehingga dapat menimbulkan kelangkaan.
“(LPG 3 kg) hanya untuk yang kurang mampu. Itu yang harus digarisbawahi,” tegas Jokowi, menjawab pertanyaan mengenai penyebab kelangkaan LPG 3 kg.
Karena itu, eks Wali Kota Solo ini menugaskan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menangani kelangkaan LPG 3 kg.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, Pemerintah terus berupaya agar penyaluran subsidi, termasuk LPG 3 kg tepat sasaran.
Untuk itu, Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah agar mulai tahun depan tak semua orang bisa membeli si tabung melon.
Menurut Tutuka, hanya yang terdaftar yang bisa membeli LPG 3 kg mulai tahun depan. Nantinya, masyarakat yang berhak cukup menunjukkan identitas untuk membeli LPG 3 kg.
Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina telah melakukan pendataan, pencocokan data hingga pencatatan transaksi LPG 3 kg sejak awal 2023.
Tutuka mengatakan, pendataan untuk wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara ditargetkan rampung Juni 2023. Sementara, untuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi ditargetkan Juli 2023
Implementasi di Jawa, Bali, NTB yang ditargetkan selesai Juni 2023 mencakup 138 kota/kabupaten. Dilanjutkan implementasi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi ditargetkan selesai Juli 2023 yang mencakup 273 kota/kabupaten.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, kelangkaan LPG 3 kg di sejumlah wilayah disebabkan adanya peningkatan konsumsi.
Namun, Irto memastikan dukungan telah dilakukan dengan penambahan alokasi dari LPG tabung melon tersebut, dan memastikan salurannya juga berjalan lancar.
“Penambahan alokasi terus dilakukan. Kami terus mempercepat proses, terutama jika ada kemungkinan konsumsi meningkat kembali. Tapi saat ini seluruh lokasi berjalan normal,” ujar Irto (20/6).
Sebagaimana pemberitaan yang beredar, dilaporkan bahwa LPG 3 kg langka di beberapa daerah seperti di Magetan, Banyuwangi dan sejumlah daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Ketentuan penyaluran subsidi LPG 3 kg ini sebenarnya sudah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 37. 37.K/MG.05/ MEM.M/2023 tanggal 27 Februari 2023 tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang LPG Tertentu Tepat Sasaran.
Dan Keputusan Dirjen Migas Nomor 99.K/MG.05/DJM/2023 tanggal 28 Februari 2023 tentang Penahapan Wilayah dan Waktu Pelaksanaan Pendistribusian Isi Ulang LPG Tertentu Tepat Sasaran.
Kementerian ESDM dan Pertamina sejak 1 Maret 2023 telah melakukan registrasi atau pendataan pengguna LPG 3 kg ke dalam sistem berbasis web, sebagai bagian dari Program Pendistribusian LPG 3 kg Tepat Sasaran.
Nantinya, mulai 1 Januari 2024, hanya masyarakat yang telah terdata saja yang bisa memperoleh LPG 3 kg.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 17 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 11 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu