TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Ketum PIP Indonesia Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Intelektualitas Pemuda Jaga NKRI

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 28 Januari 2026 | 15:22 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERPONG—Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia (DPP PIP Indonesia) menggelar Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun yang diikuti mahasiswa dan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut mengusung tema Mencetak Pemimpin Bangsa Inovatif dan Kolaboratif Menuju Indonesia Emas.

 

Ketua Umum DPP PIP Indonesia, Fitra Nanda, mengatakan simposium ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi pemuda untuk menjaga persatuan, merawat nilai kebangsaan, serta mendorong akselerasi intelektualitas anak bangsa.

 

“Bagaimana pertama kita bersama bisa menjaga, merawat persatuan, menjaga kelestarian alam serta menjadikan anak bangsa sebagai laboratorium penggerak kolaborasi menuju Indonesia Emas,” ujar Fitra Nanda, Rabu (28/1).

 

Menurutnya, agenda simposium dirancang untuk mendorong pemuda terus meningkatkan kualitas diri dan peran sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta keterlibatan aktif dalam berbagai ruang diskusi dan kegiatan publik.

 

“Agenda Simposium ini mengajarkan bagaimana anak bangsa dapat terus membangun dan meningkatkan kualitas diri serta berkontribusi pada masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan cara sering berdiskusi, berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan politik, mengembangkan inovasi dan kreativitas, membantu meningkatkan kesadaran masyarakat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas,” jelasnya.

 

Fitra menegaskan, PIP Indonesia mendorong peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dengan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa secara elegan dan berbasis kajian ilmiah.

 

“Mari bersama kolaborasi memberikan win-win solution kepada pemerintah ketika memang ada kekeliruan dalam menentukan kebijakan dengan cara elegan tentunya berbasis kajian strategis, pengetahuan yang cakap serta data yang matang,” katanya.

 

Dalam simposium tersebut, PIP Indonesia juga menyoroti persoalan kebencanaan yang terus terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Fitra menilai, bencana alam tidak lepas dari persoalan lingkungan dan tata kelola wilayah yang belum optimal.

 

“Kita menyoroti pertama hari ini bencana terus hadir silih berganti dari Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan di beberapa daerah lain, disebabkan oleh fungsi lahan yang mengurangi daerah resapan serta sampah yang menyumbat drainase, diperparah oleh penurunan tanah di kota besar,” ujarnya.

 

Ia menyebut dampak bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga korban jiwa hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, diperlukan solusi menyeluruh dari hulu hingga hilir.

 

“Solusi efektif melibatkan pengelolaan hulu-hilir, perbaikan sistem drainase, dan penerapan sumur resapan,” tambahnya.

 

Fitra berharap Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun ini dapat menjadi bekal pemuda untuk berkontribusi nyata dalam merumuskan gagasan, kebijakan, dan solusi bagi bangsa.

 

“Semoga Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun dalam rangka pertukaran pengetahuan dan gagasan ini dapat menjadi bekal kita bersama untuk bisa memberikan dampak baik bagi bangsa maupun negara,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit