TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Takbiran dan Nyepi Berbarengan, Ini Panduan Kemenag untuk Bali

Reporter & Editor : AY
Minggu, 08 Maret 2026 | 19:56 WIB
Suasana Bali diwaktu Hari Nyepi 2025.  Foto : Ist
Suasana Bali diwaktu Hari Nyepi 2025. Foto : Ist

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan panduan pelaksanaan malam takbiran di Bali apabila bertepatan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Panduan ini disusun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

 

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar kedua perayaan keagamaan dapat berjalan dengan baik, saling menghormati, dan tetap menjaga harmoni kehidupan beragama di Bali.

 

“Sejak awal kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para tokoh agama di Bali. Prinsipnya, jika waktunya bersamaan, kedua perayaan tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

 

Dalam panduan tersebut, umat Islam diperbolehkan melaksanakan takbiran di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, serta tanpa menyalakan petasan atau bunyi-bunyian lainnya.

 

 Kegiatan takbiran juga diminta menggunakan penerangan secukupnya dan dilaksanakan pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.

 

Pengamanan kegiatan takbiran menjadi tanggung jawab pengurus masjid atau musala dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Sementara itu, prajuru desa adat, pecalang, linmas, serta aparat desa atau kelurahan turut menjaga ketertiban pelaksanaan Nyepi dan takbiran di wilayah masing-masing.

 

Kemenag menegaskan panduan tersebut hanya berlaku di Bali jika malam takbiran bertepatan dengan Nyepi. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi di media sosial yang menyebut aturan ini berlaku di seluruh daerah.

 

Panduan ini tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani unsur pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, kepolisian, TNI, serta tokoh agama setempat sebagai upaya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit