TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS per Barel, Trump Anggap Dampak Perang dengan Iran

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 09 Maret 2026 | 12:35 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto : Ist
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto : Ist

AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meremehkan kekhawatiran atas melonjaknya harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel pada Minggu (8/3/2026).

Menurut Trump, kenaikan harga minyak tersebut merupakan konsekuensi kecil yang harus diterima dalam konflik melawan Iran.

 

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa lonjakan harga minyak hanya bersifat sementara dan akan segera turun setelah ancaman nuklir Iran berhasil diatasi.

 

“Harga minyak dalam jangka pendek, yang akan turun cepat ketika ancaman nuklir Iran berhasil dihancurkan, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar demi keselamatan dan perdamaian Amerika Serikat serta dunia. Hanya orang bodoh yang berpikir sebaliknya!” tulis Trump.

 

Sementara itu, Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, mendesak pemerintahan Trump untuk memanfaatkan cadangan minyak darurat negara, yakni Strategic Petroleum Reserve (SPR), guna menekan lonjakan harga energi di tengah situasi perang dengan Iran.

 

“Strategic Petroleum Reserve memang disiapkan untuk situasi seperti ini,” ujar Schumer dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN.

 

Ia menilai Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk menstabilkan pasar energi, namun pemerintah saat ini memilih untuk tidak memanfaatkan cadangan tersebut

Cadangan minyak darurat itu sendiri disimpan dalam jaringan gua garam bawah tanah yang berada di wilayah Louisiana dan Texas.

 

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Reuters, Trump juga menyatakan tidak berencana menggunakan cadangan tersebut meskipun harga energi sedang naik.

 

Data dari American Automobile Association menunjukkan bahwa sejak konflik dengan Iran dimulai sepekan lalu, harga bensin di AS telah meningkat sekitar 47 sen atau 16 persen menjadi 3,45 dolar AS per galon untuk bensin reguler.

 

Schumer menilai kenaikan harga energi ini akan berdampak langsung pada masyarakat.

 

“Keluarga Amerika mulai merasakan dampaknya di pompa bensin. Ketika harga bahan bakar naik, biaya berbagai kebutuhan lainnya juga ikut meningkat,” kata Schumer.

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit