Gerakan Tanam Serentak KWT Tangsel Kian Masif
50 Kelompok Wanita Tani Siap Dongkrak Ekonomi UMKM
TANGERANG SELATAN - Semangat kolaborasi dan pemberdayaan terus digaungkan Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang Selatan melalui kegiatan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) yang digelar di BPP Jombang, Rabu (23/4/2026).
Kegiatan ini tak hanya menjadi seremoni pertanian, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan melalui momen halalbihalal antaranggota KWT se-Tangsel.
Ketua Forum KWT Tangerang Selatan, Sri Agustin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) dengan Forum KWT Tangsel. Selain fokus pada program pertanian, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi 50 KWT yang hadir dari total 74 kelompok yang tersebar di tujuh kecamatan.
“Melalui halalbihalal ini, kami ingin memperkuat kebersamaan antaranggota sebelum kembali fokus pada inovasi pasca-panen dan pengembangan produk UMKM di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Agustin menambahkan, program Gertam sendiri telah berjalan sejak September 2025 dan secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tangerang Selatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Mengusung motto “KWT Meningkat, Pertanian Melesat, Tangsel Memikat”, Forum KWT tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan tidur, tetapi juga mendorong lahirnya produk kreatif berbasis hasil panen. Inovasi ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta memperkuat sektor UMKM di tingkat lokal.
“Harapannya, hasil panen tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan lebih luas,” jelasnya.
Untuk tahun 2026, Forum KWT berencana kembali menggelar Gerakan Tanam Serentak dengan komoditas berbeda di setiap kecamatan. Strategi ini bertujuan menciptakan produk unggulan khas wilayah, sehingga masyarakat lebih mudah mengenali dan mengakses komoditas tertentu.
Sebelumnya, pada 2025, komoditas unggulan yang ditanam meliputi cabai rawit merah varietas Juita L5 dan terong M72. Bibit tersebut merupakan dukungan dari Cap Panah Merah, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan program pertanian KWT di Tangerang Selatan. Sementara pada 2023, jagung pulut menjadi fokus utama, khususnya di Kecamatan Ciputat.
Rangkaian program 2026 dijadwalkan dimulai kembali pada Agustus dengan target panen raya bersama pada Desember 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKP3 Tangsel, Achmad Supriyarna, turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemerintah dan para anggota KWT. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi kemajuan sektor pertanian di Tangsel.
“Semangat terus untuk teman-teman KWT. Mari kita berinovasi, berkolaborasi, dan terus bersilaturahmi agar program kita bisa berjalan selaras dan berdampak nyata,” singkatnya.
Di akhir kegiatan, turut dibahas berbagai peluang kolaborasi ke depan, termasuk penguatan manajemen KWT, dukungan dari pihak swasta, hingga rencana kerja sama dengan kreator konten untuk memperluas jangkauan promosi produk pertanian lokal.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Gerakan Tanam Serentak KWT Tangsel diharapkan menjadi motor penggerak pertanian urban sekaligus pendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas di Kota Tangerang Selatan.(*)
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



