Piala Dunia 2026 Cetak Rekor Finansial, FIFA Lampaui Target dengan Pendapatan Rp269 Triliun
AS – FIFA mencatat sejarah baru lewat penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu membukukan pendapatan sebesar US$15 miliar atau sekitar Rp269 triliun, menjadikannya pemasukan terbesar sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan capaian itu kepada seluruh asosiasi anggota FIFA pada Sabtu (19/7/2026), sebagaimana dilaporkan The Guardian. Nilai tersebut jauh melampaui proyeksi awal yang dipatok sekitar US$11 miliar sebelum kompetisi dimulai.
Lonjakan pendapatan didorong tingginya antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Penjualan tiket, paket hospitality, serta transaksi di pasar penjualan kembali (resale) menjadi penyumbang terbesar pemasukan FIFA.
Dalam skema penjualan kembali tiket yang dikelola FIFA, federasi memperoleh komisi sebesar 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual. Mekanisme ini memberikan tambahan pendapatan yang signifikan sepanjang turnamen berlangsung.
Di sisi lain, paket hospitality premium juga mencatat permintaan yang sangat tinggi. Banyak perusahaan maupun penonton internasional rela merogoh kocek besar demi memperoleh pengalaman eksklusif menyaksikan pertandingan langsung dari stadion.
Rekor pemasukan tersebut diperkirakan akan berdampak positif terhadap program pengembangan sepak bola dunia melalui distribusi dana kepada asosiasi anggota FIFA. Meski demikian, hingga kini FIFA belum mengumumkan secara resmi besaran dana yang akan diterima masing-masing federasi.
Di tengah keberhasilan finansial itu, Gianni Infantino tetap menghadapi sorotan. Salah satu kontroversi yang mencuat adalah keputusan pencabutan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, usai laga babak 16 besar melawan Paraguay.
Keputusan tersebut menuai kritik karena FIFA dituding mendapat tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Namun FIFA menegaskan pencabutan hukuman diputuskan secara independen oleh Komite Disiplin, meski sejumlah asosiasi sepak bola Eropa disebut masih mempertanyakan langkah tersebut.
Terlepas dari polemik yang terjadi, lebih dari 200 asosiasi anggota FIFA dikabarkan telah menyatakan dukungan kepada Infantino untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada pemilihan Maret 2027. Kesuksesan finansial Piala Dunia 2026 diyakini menjadi salah satu faktor yang memperkuat dukungan tersebut.
Menjelang partai final antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, FIFA juga masih memasarkan paket VIP dan hospitality. Salah satu paket paling eksklusif, Trophy Lounge, dibanderol hingga US$34.500 atau sekitar Rp619 juta per orang.
Tingginya minat terhadap paket premium itu menunjukkan besarnya pasar korporasi dan penonton yang menginginkan pengalaman eksklusif pada laga puncak. Tren tersebut sekaligus mempertegas bahwa sektor hospitality menjadi salah satu tulang punggung pendapatan Piala Dunia 2026.
Keberhasilan penyelenggaraan sekaligus pencapaian finansial yang memecahkan rekor juga memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai calon kuat tuan rumah Piala Dunia di masa mendatang. Edisi 2038 menjadi salah satu turnamen yang masih terbuka untuk proses pencalonan negara penyelenggara.
Piala Dunia 2026 | 23 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 19 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu



