TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Laga Perdana Piala Dunia 2026 di Meksiko Dibayangi Ancaman Boikot dan Gelombang Protes

Reporter & Editor : AY
Kamis, 11 Juni 2026 | 06:05 WIB
Logo Piala Dunia 2026. Foto : Ist
Logo Piala Dunia 2026. Foto : Ist

MEXICO  — Atmosfer menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, pada 11 Juni 2026, diwarnai ketegangan akibat munculnya ancaman boikot dan rencana aksi protes dari sejumlah kelompok.


Sorotan utama datang dari sengketa hak penggunaan boks eksklusif dan kursi tribune premium yang melibatkan pemilik lama dengan pihak penyelenggara. Di saat yang sama, isu hak asasi manusia hingga tuntutan dari serikat pekerja turut memperbesar tekanan terhadap pelaksanaan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.


Perwakilan Asosiasi Pemilik Boks dan Kursi Tribune Meksiko, Roberto Ruano, menyatakan pihaknya siap mengambil langkah lanjutan apabila tidak tercapai komunikasi dengan FIFA maupun pengelola stadion. Menurutnya, peluang kerja sama dengan kelompok-kelompok demonstran juga terbuka jika tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat.


Di luar persoalan stadion, sejumlah kelompok masyarakat lain ikut menyiapkan aksi. Kolektif pencari perempuan berencana menyuarakan perhatian terhadap tingginya kasus orang hilang di Meksiko, sementara serikat guru nasional menuntut perbaikan kesejahteraan, termasuk kenaikan gaji dan reformasi sistem pensiun.


Perselisihan antara pemilik boks dan pihak penyelenggara dipicu kebijakan FIFA yang mengambil alih operasional penuh Stadion Azteca selama Piala Dunia berlangsung. Kebijakan tersebut mencakup pengaturan akses, distribusi kursi, hingga layanan konsumsi bagi penonton di area premium.


Kelompok pemilik boks menilai hak yang mereka miliki berlaku jangka panjang dan mencakup seluruh kegiatan di stadion, termasuk pertandingan internasional dan konser, sebagaimana telah diterapkan pada penyelenggaraan Piala Dunia edisi sebelumnya.


Persoalan ini disebut berdampak pada lebih dari 15 ribu kursi di stadion yang telah direnovasi dan memiliki kapasitas puluhan ribu penonton.


Ruano mengaku telah menyampaikan permohonan dialog kepada FIFA dan pihak pemilik stadion. Namun hingga menjelang pertandingan pembuka, situasi masih berlangsung dinamis dan belum menunjukkan titik temu yang jelas. 
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit