TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pejabat FIFA Dipecat Setelah Kritik Keras Gianni Infantino

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:44 WIB
Pejabat FIFA Kevin Lamour mundur akibat berselisih dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Foto : Ist
Pejabat FIFA Kevin Lamour mundur akibat berselisih dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Foto : Ist

SWISS – Kepala Operasional FIFA (Chief Operating Officer/COO), Kevin Lamour, resmi mengakhiri masa kerjanya bersama FIFA pada 17 Agustus 2026. Kepergian salah satu pejabat penting di badan sepak bola dunia itu diduga berkaitan dengan kritik terbukanya terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.


Kabar berakhirnya hubungan kerja Lamour dikonfirmasi langsung oleh juru bicara FIFA. Dalam pernyataannya, FIFA menyampaikan apresiasi atas kontribusi Lamour selama dua tahun terakhir.


“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026. FIFA mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” ujar juru bicara FIFA.


Meski FIFA tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, sejumlah media internasional, termasuk The Athletic, menyebut Lamour sebenarnya diberhentikan dari jabatannya, bukan mengundurkan diri secara sukarela.


Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan penolakan Lamour terhadap rencana FIFA menjual sebagian saham atau hak komersial Piala Dunia. Lamour menilai gagasan tersebut lebih mencerminkan kepentingan pribadi Infantino dibanding kepentingan organisasi.


Pejabat yang sebelumnya bekerja bersama Infantino di UEFA itu bahkan secara terbuka menyampaikan keberatannya, meski menyadari risiko kehilangan jabatan.


“Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah. Saya akan memahami dan menghormati keputusan itu. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini,” kata Lamour kepada AP.
Lamour juga menyebut rencana tersebut sebagai “proyek satu orang” dan meminta para pemimpin sepak bola dunia mempertimbangkan kembali arah kebijakan FIFA.


“Proyek ini bukan hanya tidak boleh dilanjutkan, tetapi sekarang saatnya para pemimpin sepak bola mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang benar,” ujarnya.


Rencana penjualan saham atau hak komersial Piala Dunia akhirnya gagal setelah mayoritas anggota FIFA menolak usulan tersebut dalam proses pemungutan suara. Namun, polemik itu menambah tekanan terhadap Infantino, yang dikabarkan berpeluang kembali maju sebagai calon Presiden FIFA untuk periode keempat pada pemilihan Maret 2027.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit