TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Karhutla Padam, Bromo Kembali Dibuka untuk Wisatawan 20 Agustus

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:14 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto : Ist
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto : Ist

JAKARTA – Kabar baik bagi wisatawan. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan kembali dibuka mulai Kamis (20/8/2026), setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut berhasil dipadamkan.


Kepastian pembukaan kembali kawasan wisata Bromo disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).


Raja Juli mengatakan, kebakaran yang berlangsung selama 13 hari itu berhasil dipadamkan berkat kerja sama lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah.


“Alhamdulillah, akhirnya dapat dipadamkan berkat kerja sama berbagai macam kementerian dan lembaga beserta pemerintah daerah,” kata Raja Juli.


Pemadaman dilakukan secara kolosal dengan melibatkan Manggala Agni, Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api, TNI, dan Polri.


Upaya pemadaman juga didukung dua unit helikopter water bombing milik BNPB serta helikopter drone sprayer dari BPBD Jawa Timur.


Karhutla pertama kali terdeteksi pada 3 Agustus 2026 di Blok Bantengan. Kondisi kawasan yang kering akibat kemarau panjang membuat api dengan cepat merembet ke sejumlah wilayah.


Raja Juli menyebut, petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, salah satunya jarak sumber air yang cukup jauh sehingga membatasi pelaksanaan water bombing.
“Berdasarkan data terkini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1.121 hektare,” ujarnya.


Setelah api berhasil dipadamkan, pemerintah memutuskan membuka kembali kawasan TNBTS untuk wisatawan mulai 20 Agustus 2026.
“Pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak 20 Agustus yang akan datang,” kata Raja Juli.


Masyarakat Diminta Waspada
Raja Juli mengimbau masyarakat dan wisatawan ikut menjaga kawasan TNBTS agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, karhutla bukan hanya menghabiskan tenaga dan anggaran, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekowisata dan perekonomian masyarakat sekitar.


“Karena itu, jangan lagi memakai api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, dan apa pun yang memicu karhutla,” pintanya.


Seiring berakhirnya operasi pemadaman, Posko Penanganan Karhutla di Probolinggo juga resmi ditutup pada Selasa (18/8/2026).


Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, operasi penanganan karhutla TNBTS berlangsung aman, lancar, dan terkendali berkat koordinasi lintas sektor.


“Hari ini posko penanganan darurat bencana karhutla di wilayah TNBTS resmi kami tutup,” kata Wahyu dalam konferensi pers di Posko Penanganan Darurat Bencana, Probolinggo.


Menurutnya, luas wilayah yang terdampak karhutla mencapai sekitar 1.121,66 hektare. Penanganan dilakukan sejak 3 hingga 17 Agustus 2026.


Petugas menghadapi tantangan berupa medan dengan tebing terjal, kabut yang menghambat proses water bombing, serta vegetasi berupa semak dan ilalang kering yang mudah terbakar.


Ke depan, kata Wahyu, diperlukan sistem deteksi dini yang lebih kuat untuk mencegah kebakaran meluas. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga dengan memanfaatkan CCTV, kamera drone, dan foto udara.


“Deteksi dini tidak hanya melakukan patroli, tapi harus menggunakan CCTV, kamera drone, foto udara, sehingga memudahkan mendeteksi dini,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit