TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Direncanakan Tinjau Langsung Penanganan Gempa NTT

Reporter & Editor : AY
Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto : Ist
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto : Ist

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung penanganan pascagempa yang hingga kini telah menelan puluhan korban jiwa.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, rencana kunjungan tersebut tengah dipersiapkan. Namun, pemerintah masih mempertimbangkan kondisi di lapangan agar penanganan bencana tetap menjadi prioritas utama.


“Sedang direncanakan. Tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan, kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).


Menurut Prasetyo, kunjungan Presiden ke wilayah terdampak bencana membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang lebih kompleks dibandingkan kunjungan kerja biasa. Karena itu, seluruh kebutuhan harus dipersiapkan secara matang agar kehadiran Presiden tidak mengganggu proses penanganan di lapangan.


“Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,” ujarnya.


Meski demikian, Prasetyo memastikan pemerintah terus memantau perkembangan penanganan gempa di NTT. Para menteri terkait juga diminta turun langsung ke lokasi dan memberikan laporan secara berkala.


“Yang penting adalah kami setiap hari memonitor. Para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari memberikan laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan,” katanya.
Prasetyo juga mengapresiasi bantuan yang terus berdatangan dari berbagai daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menunjukkan solidaritas nasional dalam membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana.


“Kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya dari Pemprov Jawa Tengah. Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” pungkasnya.


Korban Meninggal Capai 70 Orang
Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT hingga hari keempat penanganan bencana, Selasa (18/8/2026), mencapai 70 orang.


Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, mengatakan total korban yang telah dikompilasi hingga Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WITA mencapai 202 orang.


“Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 WITA, telah kami kompilasi total korban adalah 202 orang.

Kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang yang kami catat. Kemudian luka berat 40 orang, luka ringan 92 orang,” kata Yudhi dalam konferensi pers daring BNPB dan Basarnas, Selasa (18/8/2026).


Memasuki hari keempat penanganan, Basarnas menyatakan tidak lagi menerima laporan mengenai warga yang masih dalam pencarian. Tim SAR pun mengalihkan fokus pada penyisiran wilayah terdampak serta mendukung proses pencarian dan pemulihan yang dilakukan BNPB.


“Berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban, tidak ada lagi saudara, tetangga, maupun rekan yang tercatat masih dalam pencarian. Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB,” ujar Yudhi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit