Listrik dan Sinyal Flores Pulih 100 Persen Penanganan Pascagempa NTT
NTT – Penanganan pascagempa magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari kedelapan, layanan dasar berupa listrik dan telekomunikasi di Pulau Flores telah pulih sepenuhnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, berdasarkan laporan PLN, layanan listrik di Pulau Flores secara umum telah kembali pulih 100 persen.
“Untuk layanan listrik, informasi dari PLN, secara umum untuk Pulau Flores sudah pulih 100 persen,” ujar Suharyanto dalam taklimat media, Senin (24/8/2026).
Namun, pemulihan kelistrikan di Pulau Palue belum sepenuhnya selesai. Hingga kini, tingkat pemulihannya mencapai 84,59 persen dan masih terus dikerjakan.
Selain listrik, layanan komunikasi melalui Base Transceiver Station (BTS) serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) melalui 56 SPBU juga telah kembali beroperasi penuh.
Akses transportasi darat pun telah kembali terbuka. Tidak ada lagi ruas jalan yang terputus total akibat longsor maupun kerusakan jembatan. Meski belum sepenuhnya kembali seperti kondisi sebelum bencana, seluruh jalur secara fungsional sudah dapat dilalui.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, petugas PLN langsung dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak untuk memeriksa dan memperbaiki jaringan listrik.
“Alhamdulillah, kita bisa menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Flores. Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak,” kata Darmawan, dikutip Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, proses pemulihan tidak mudah karena petugas harus bekerja di sejumlah wilayah yang terdampak bencana. Namun, semangat untuk mengembalikan aktivitas masyarakat menjadi pendorong bagi seluruh petugas di lapangan.
PLN juga mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut membantu membuka akses menuju lokasi terdampak sekaligus mempercepat pemulihan jaringan.
“Kami tidak bekerja sendiri,” tegas Darmawan.
Di sektor telekomunikasi, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid memastikan seluruh site atau BTS yang terdampak gempa NTT telah pulih 100 persen.
Sebelumnya, sebanyak 812 site/BTS mengalami gangguan yang tersebar di 11 kabupaten/kota.
“Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini, site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan,” ujar Meutya, dikutip Selasa (25/8/2026).
Meski seluruh BTS telah kembali berfungsi, Komdigi tetap mengirimkan 20 perangkat Starlink ke sejumlah lokasi terdampak sebagai dukungan tambahan untuk menjaga konektivitas selama masa pemulihan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama seluruh operating company TelkomGroup juga menyatakan layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak gempa telah pulih 100 persen.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, pemulihan layanan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari berkat sistem jalur cadangan jaringan atau link redundancy.
“Kami bersyukur seluruh layanan kini telah kembali normal hanya dalam waktu tiga hari,” ujar Dian.
Telkom menyebut satu ruas kabel laut dan beberapa ruas fiber optic darat masih dalam pemeliharaan. Namun, jalur cadangan telah difungsikan sebagai jalur utama sehingga layanan tetap tersedia.
Sementara itu, distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau terus dilakukan. Basarnas bersama kementerian dan lembaga terkait mengoptimalkan jalur udara untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, dikerahkan untuk mengangkut bantuan.
“Helikopter Dauphin mendistribusikan paket bantuan dari TNI AU ke helipad yang ada di Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur,” ujarnya.
Selain mengangkut logistik, helikopter tersebut digunakan untuk mendukung rotasi dan penguatan personel operasi SAR di Manggarai Timur dan sekitarnya.
103 Orang Meninggal
Di tengah percepatan pemulihan layanan dasar, dampak korban jiwa akibat gempa masih cukup besar. BNPB mencatat hingga Selasa (25/8/2026), sebanyak 103 orang meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka.
Rinciannya, korban meninggal dunia di Manggarai sebanyak 41 orang, Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka enam orang, Ngada lima orang, Ende tiga orang, dan Manggarai Barat satu orang.
Selain itu, lebih dari 185 ribu orang masih mengungsi. BNPB juga mencatat gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah NTT.
“Kami mencatat 185.131 orang yang mengungsi, baik itu pengungsi yang mandiri maupun pengungsi yang ada terpusat. Kami mencatat pengungsi yang baru sebanyak 4.804,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (25/8/2026).
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu








